Bang Zul “Ada Cahaya di Ujung Lorong” oleh Zangaji Sape

Featured731 Dilihat

Bima, harian amanat.com,- Ungkapan ini menjadi ikon baru sejak doktor Zul menjadi gubernur di NTB, ini menjadi spirit bagi pemprov untuk memompa semangat setalah negeri ini di guncang gempa dan hantaman banjir bandang di berbagai kabupaten, belum lagi kemiskinan pengangguran dan lain sebagainya menjadi masalah kompleks yang harus di tangani.

Semangat seorang gubernur yang menyadari bahwa tanah tumpah darahnya membutuhkan dekapan dan belaian kasih sayang menjadikannya tidak pernah putus asa walaupun berbagai kritikan bahkan cacian bersarang pada dirinya dia tetap sepenuh jiwa berjuang membangun daerah ini.

Seorang pemuda yang lahir dan besar dari cadasnya alam NTB memberikan suntikan moral bagi generasi NTB bahwa mengabdi itu haruslah dengan sepenuh hati. Pembuktian awal telah ia lakukan ratusan bahkan ribuan pemuda NTB telah merasakan menikmati pendidikan hingga ke luar negeri, ia menanam bibit unggul untuk kedepannya akan menghasilkan cendekiawan unggul NTB sebagai tongkat estafet kepemimpinan.

Kegelapan lorong yang begitu panjang tidak menyurutkan langkah-langkah inovasi serta strategi pembangunan yang sudah ia gambarkan dalam visi misi NTB Gemilang, bang Zul sebagai putra yang terlahir dari rahim tanah samawa tau persis apa yang harus ia berikan untuk tanah tumpah darahnya.

Industrialisasi menjadi obat pertama yang ia berikan sebagai vaksin terhadap penyakit akut negeri ini yang bertahun-tahun tidak juga mampu di obati, berbagai problematika industri setahap demi setahap membaik ini terbukti dengan hadirnya beberapa investasi dari luar maupun dari dalam NTB sendiri. Berdirinya STIP sebagai inkubator industri menandakan lonceng industrialisasi NTB telah di bunyikan.

Sebagai seorang ahli ekonomi dengan segudang pengalaman dan relasi yang cukup luas bang Zul telah memulai membangun NTB bagian timur dengan mendorong percepatan infrastruktur penunjang. Jembatan, jalan raya, irigasi fasilitas pendidikan di kabupaten/kota Sumbawa, Dompu dan Bima yang bertahun-tahun lalu tidak di perbaiki dimasa bang Zul semuanya ini akan rampung.

Lorong gelap yang selama ini di tapaki NTB dengan hati ikhlas dan tangan dingin bang zul perlahan dengan langkah pertama menemukan setitik cahaya, langkah ini tidak boleh berhenti sebab NTB butuh cahaya Gemilang yang akan menerangi sepanjang jaman. Membawa NTB menjadi negeri gemah Ripah loh jinawi.

Bang Zul tau apa yang dibutuhkan Sumbawa, Dompu, Bima tiga daerah dengan dua suku ini tersimpan cahaya dan masa depan yang lebih Gemilang sehingga bang Zul memfokuskan dan mengejar percepatan infrastruktur untuk terus di bangun. SAMOTA dan LA SAKOSA sebagai titik pertumbuhan di pulau sumbawa menunggu terbitnya cahaya yang sebentar lagi akan menyinarinya.

Penulis : Zangaji Sape

Komentar