Walikota Bima Harum Kampanye Waspada Sampah Plastik

harianamanat

KOTA BIMA,- Penanganan Sampah menyisakan banyak persoalan.
Mulai dari kumuh,jorok, bau dan seabrek masalah yang dilahirkan oleh yang namanya sampah.

Sampah yang menumpuk di tepi Teluk Bima, khususnya di area kawasan Perbatasan Kota Bima hingga seputar Ama Hami sangat mencemaskan.

Sampah-Sampah itu di samping memicu Pendangkalan Teluk Bima juga menyebabkan terjadinya Gumpalan Busa diatas permukaan air laut di kawasan teluk Bima.
hal yang menandakan akibat adanya Pencemaran limbah Sampah di kawasan Teluk itu.

Sungguh sangat di sayangkan, Teluk yang indah namun airnya tidak dapat di manfaatkan untuk mandi, bahkan biota laut seperti ikan yang hidup di teluk bima tidak dapat di konsumsi karena di khawatirkan berpengaruh pada kesehatan manusia.

Walikota Bima H.Muhammad Rum,ST.MT (akronim HARUM,red) terus melakukan Kampanye Bersih Jumat Berlian.

Kampanye Bersih Lingkungan ini diawali dengan pembersihan sampah laut di area Amahami dan sekitarnya, dilanjutkan dengan kampanye lingkungan dengan membawa beberapa properti yang bertuliskan pesan moral pentingnya menciptakan lingkungan bersih serta mengurangi penggunaan material plastik pada aktivitas harian kita.

Harum yang Penjabat Wali Kota Bima mengatakan, aksi kampanye bersih dalam rangka hari Peduli Sampah Nasional.

Sekaligus ikut mensosialisasikan program gerakan masyarakat jum’at pagi bersih-bersih lingkungan dalam rangka mendorong serta mempertahankan budaya gotong royong ditengah-tengah masyarakat.

“Program Gema Jumpa Berlian ini bukan sekedar program semata, melainkan aksi nyata kita mendorong serta mempertahankan budaya gotong royong ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya Kepada harianamanat.com

Ia terus berupaya mengajak masyarakat Kota Bima baik melalui Masjid-Mushola maupun lewat Kedai- Kedai Kopi untuk Diskusi, dalam rangka menggugah hati masyarakat kota Bima, agar mau bersama-sama merayakan kesadaran dengan tekad kuat mengatasi permasalahan sampah Rumah Tangga dan Sampah Plastik.

Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas dan kewajiban bersama.

“Dibutuhkan kesadaran kolektif semua pihak untuk ikut menjaga kebersihan dan keindahan kota,” pungkasnya.(Sura)