harianamanat
BIMA — Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Ngopi Bareng dalam rangkaian Selasa Menyapa Bupati dan Wakil Bupati Bima di Desa Dadibou dan Desa Penapali, Kecamatan Woha, Selasa (6/10/2026).
Ada yang menarik dalam pertemuan tersebut. Setelah menyaksikan permainan musik akustik yang disuguhkan para pelajar SMAN 1 Woha, Bupati Bima Ady Mahyudi didaulat untuk ikut bernyanyi di hadapan warga.
Mengenakan kemeja putih, Bupati justru menunjuk Wakil Bupati Bima dr. Irfan Zubaidy untuk menyanyikan lagu favoritnya, My Way. Dengan nada bercanda, Ady Mahyudi menyemangati wakilnya dengan ungkapan bahasa Bima, “Ayo, istriku…”
Candaan tersebut langsung disambut tawa dan kegembiraan warga yang hadir.
Suasana semakin meriah ketika giliran Bupati Bima mengambil mikrofon. Ady Mahyudi memilih membawakan lagu “Soldier of Fortune” dari grup musik legendaris Deep Purple.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat. Sejumlah pejabat Pemkab Bima yang berada di lokasi memberikan tepuk tangan, bahkan beberapa di antaranya ikut bergoyang mengikuti irama musik yang mengiringi penampilan Bupati.
Bukan Sekadar Ngopi
Apa yang membuat Ngopi Bareng kali ini berbeda?

Selain menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan di Desa Dadibou dan Penapali juga memberikan ruang cukup besar bagi kreativitas anak muda desa.
Berbagai atraksi seni ditampilkan, termasuk permainan musik akustik para pelajar SMAN 1 Woha. Panggung sederhana tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan masyarakat dan pemerintah daerah.
Mengapa kegiatan ini dikemas santai?
Karena Ngopi Bareng menjadi bagian dari program Selasa Menyapa, yang mempertemukan langsung kepala daerah dengan masyarakat. Dalam suasana yang lebih cair, warga dapat berinteraksi, menyampaikan aspirasi, maupun sekadar berbagi cerita mengenai kondisi desa mereka.
Siapa yang terlibat?
Selain Bupati dan Wakil Bupati Bima beserta jajaran Pemkab Bima, kegiatan tersebut dihadiri masyarakat Desa Dadibou dan Penapali, para kepala desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta para pelajar yang ikut menyuguhkan atraksi seni.
Bagaimana kegiatan ditutup?
Setelah rangkaian acara berlangsung, Ngopi Bareng ditutup dengan penyerahan bak sampah kepada Kepala Desa Dadibou Abdul Azis dan Kepala Desa Penapali Muhammad Tahir.
Pesannya sederhana: Selasa Menyapa bukan hanya tentang pemerintah datang menemui warga, tetapi juga bagaimana ruang pertemuan itu dapat diisi dengan dialog, pelayanan, kreativitas, hiburan, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Dari ngopi, ngobrol, bernyanyi hingga berbagi, suasana pun menjadi lebih dekat dan tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat.(Hayanti Yusuf)













