Ibu dan Anak Semata Wayangnya Wafat berpelukan

Daerah1133 Dilihat

harianamanat.com

Kab Bima,- Qadarullah, jasad Siti Martinah,S.Pd (42) ditemukan terpanggang dalam keadaan berpelukan dengan putri semata wayangnya Wardah (7) dalam rumahnya yang dilalap api.

jasad keduanya sudah mengecil saat di angkat warga dari puing reruntuhan rumah semi permanen.

Menurut Bento tetangga korban, rumah semi permanen itu dibuat seperti berlantai dua.
Pada bagian bawahnya dibuat semi permanen sedangkan diatas rumah kayu beratap seng.

Kondisi rumah di bahagian bawah itu pintunya menjorok keatas, untuk keluar harus menaiki tangga karena pintu hanya satu yakni dirumah kayu bagian atas.

Sedangkan di ruang bawah semuanya dikelilingi tembok dan hanya dua jendela.

Korban dan putrinya tidur di bahagian bawah, sedangkan putra nya (anak istri pertama suaminya yang sudah almarhumah) tidur diatas rumah kayu.
Putranya itu berusia 14 tahun dan sedikit terbelakang, dan bisa menyelamatkan diri.

almarhumah yang berada di bahagian bawah tidak bisa menyelamatkan diri.
Kemungkinan Almarhumah dan Putrinya berusaha keluar lewat jendela, karena jasadnya ditemukan dekat jendela.

Siti Martinah sangat supel dan selalu ikut dalam kegiatan desa.
Martinah seorang guru honor, dan baru lulus tenaga PPPK.

Agustion (52) suaminya bertani.
Agustion pernah bekerja di Korea selama 10 tahun.
Dua Rumah miliknya adalah hasil bekerja sebagai TKI Korea.

saat malam nahas itu Agustion tidur menjaga rumahnya yang lain yang berada di RW 02,ulas Bento.

Musibah Kebakaran yang terjadi di RT. 03/ RW.02 Dusun Diwu Lanco Desa Sari Kecamatan Sape Kab. Bima, Kamis dinihari (6/10) pukul 02.12 WITA itu, mengakibatkan tiga rumah rusak dan duka mendalam bagi warga desa Sari Sape.

Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan HM.Noer, didampingi Camat Sape Muhammad Akbar SP, M.Si, para kabid dari Damkar Kabupaten Bima, meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan duka cita pemerintah daerah dan membawa bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran.

Wabup pada kesempatan peninjauan lokasi kebakaran menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan listrik.

“Kepada seluruh masyarakat untuk memastikan kondisi listrik padam ketika meninggalkan rumah atau sedang tidak digunakan.” Himbau Dahlan.

Musibah kebakaran itu, selain menghanguskan rumah 20 tiang berukuran 9×17, kebakaran tersebut juga mengakibatkan kerugian berupa emas 23 gr, 2 unit kulkas,1 unit televisi,1 unit Laptop, perabotan lainnya.

Dua rumah milik A. Majid (56) dan Dahlan(59) mengalami kerusakan ringan.

hingga saat ini belum bisa dipastikan penyebab kebakaran.

Tim Inafis Polres masih mengidentifikasi penyebab kebakaran. (Sura)

Komentar