Brigjen Pol Kumbul : KPK Butuhkan Peran Serta Masyarakat

harianamanat.com

Mataram,- Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Brigjen Pol. Kumbul Kuswijanto Sudjadi, Sik, SH, MM, MH, menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi tidak akan selesai hanya oleh KPK.

Pemberantasan Korupsi butuh peran serta dari seluruh masyarakat termasuk dunia usaha.

“Kenapa dunia usaha? Karena dunia usaha menentukan hajat hidup orang banyak, tingkat perekonomian negara, serta banyak menyerap tenaga kerja”, ungkap mantan Kapolres Bima Kota ini kepada harianamanat.com Sabtu sore 8 September 2022 di Mataram.

Brigjen Kumbul mengatakan bahwa Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) saat ini akan terus menyelenggarakan Bimbingan Teknis kepada seluruh elemen, baik itu Pemerintahan, maupun Dunia Usaha.

Bimtek itu bertujuan melakukan pemberdayaan dan mengajak peran serta masyarakat untuk mewujudkan Dunia Usaha Antikorupsi melalui penanaman nilai-nilai integritas.

Menurut Kumbul kemajuan pembangunan daerah karena adanya kontribusi yang besar dari BUMN dan BUMD.

Dunia usaha adalah key elements dalam meng-upgrade kemampuan daerah, oleh karena itu dunia usaha harus menjadi engine of growth.

” campur tangan BUMN dan BUMD dalam Pembangunan itu Wajib, karenanya pihak Swasta harus mengetahui perannya dan perlu pula mengetahui apa yang harus dihindari,” ucapnya.

Kehadiran jajaran KPK di Mataram NTB selama tiga hari adalah untuk melakukan Bimbingan Teknis kepada seluruh Kepala Kepala Daerah di NTB dan pihak Swasta baik BUMN, BUMD maupun Perusahaan Swasta lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPK, Komjen. Pol. Purnawirawan Polri Drs. Firli Bahuri, M.Si., membuktikan bahwa berdasarkan data KPK sejak 2004 sampai Agustut 2022, tercatat 1444 tersangka kasus korupsi yang sudah tertangkap, paling tinggi adalah pihak swasta sebanyak 363 orang.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga di NTB ditentukan oleh karya besar kalangan pengusaha baik dari BUMN, BUMD, maupun swasta. Karena hal tersebut berpengaruh terhadap belanja negara dan daya beli masyarakat.

“Coba berikan kemudahan investasi, dengan demikian akan terbuka lapangan kerja yang memberikan pendapatan sehingga dapat mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
Maka BUMN dan BUMD harus menjadi pahlawan dalam rangka meningkatkan ekonomi”, tutur Firli. (Nina/Sura)