HML dan IDP Berharap Jangan Panik Hadapi Covid

Headline1204 Dilihat

Bima Raya, Harian amanat.com,- Sejumlah pasien rumah sakit umum daerah Bima (RSUD) kesulitan mendapatkan tabung oksigen untuk merawat pasien Covid-19.

Hal itu disebabkan lonjakan angka kematian dan penularan covid naik drastis seminggu terakhir.

” kami tidak mendapatkan oksigen untuk aba Dedi, Karen stok oksigen di rumah sakit habis, Alhamdulillah ada bantuan oksigen dari pemilik apotik Sehat, itupun setelah kami menginformasikan melalui FB,”ujar Fita adik dari Dedi Ketua DPD Partai Gelora Kota bima.

kekurangan oksigen di RSUD Bima dikarenakan armada pembawa tabung oksigen masih dalam perjalanan dari Mataram. Tetapi jam 10 siang, RSUD Bima sudah mendapatkan pasokan 150 Tabung oksigen besar yang dibawa dari Mataram.

Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri,SE berharap agar masyarakat tetap tenang dan tetap waspada dalam menghadapi pandemi.

” jangan cemas dan panik, ketenangan akan meningkatkan imun, in syaa Allah kita tidak akan kekurangan oksigen,” ujar Bupati IDP dalam pesan WA nya kepada Harianamanat.com.

Hak senadapun disampaikan Walikota Bima HM.Lutfi,SE.

Ia berharap agar masyarakat taati aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“PPKM Mikro berbasis kelurahan sehat itu harus kita taati bersama, kita bahu membahu, pemerintah terus memikirkan bagaimana kehidupan kita terus berkesinambungan, kesehatan dan keselamatan juga ekonomi tetap terjaga,” ujarnya kepada harianamanat.com melalui pesan WA.

kedua Kepala Daerah Bima Raya ini berharap agar masyarakat tetap taati Protokol Kesehatan 5 M dan V.yakni memakai masker jangan dilepas, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jaga jarak, tidak berkerumun, mobilitas dikurangi dan lakukan Vaksin.

KETERSEDIAAN OKSIGEN.

Dari hasil investigasi yang dilakukan harianamanat.com, bahwa Stok oksigen yang ada pada distributor PT.Ulet Jaya, Habis. Pihaknya hanya menyediakan untuk RS.Kota Bima, karena PT Ulet Jaya hanya memiliki kontrak dengan Pemerintah Kota Bima saja.

” kami tidak melalukan penjualan dengan pihak lain, selain Pemkot Bima, untuk Tabung oksigen besar itu sudah dicadangkan untuk penggunaan di RS.Kota dan Puskesmas Kota Bima, sedangkan untuk oksigen tabung kecil sementara kami stop dulu, karena menjaga kemungkinan suplai oksigen akibat pemberlakuan PPKM,” ujar Abdul Haris penjaga berseragam dengan menggunakan lencana berlambang Polri.

Ketersediaan oksigen yang diproduksi oleh CV. Bayu Bangun Sakti Mataram dan PT. Samator Gas di Gerung Lombok Barat, sangat cukup untuk stok di NTB. Bahkan permintaan dari provinsi lain tidak dilayani, demi menjaga stok yang aman bagi NTB.

Owner CV. Bayu Bangun Sakti, Max Suparta, mengaku bahwa stok oksigen untuk provinsi NTB, aman dan terkendali.

Menurut penjelasannya, saat ini kapasitas produksi bulanan perusahaan tersebut sebanyak 220 ton oksigen. Sedangkan kebutuhan sebelum pandemi hanya 80 ton oksigen.

“Artinya ada peningkatan hingga 50 persen, dari peningkatan itu kita masih punya stok 100 ton” kata Max kepada harian amanat.com melalui pesan WA nya.

Dijelaskan Max, terkait adanya isu kelangkaan oksigen di Pulau Sumbawa, ia membatah bukan karena tidak ada stok oksigen. Tetapi karena persoalan proses pendistribusian dan waktu pengiriman. Disamping jarak ke Bima, Dompu dan Sumbawa membutuhkan waktu tempuh yang agak lama.

Sedangkan dikatakannya, bahwa harga oksigen tetap stabil, tidak ada kenaikan, masih dengan harga Rp. 16.500,- / kg.

Untuk Rumah Sakit (RS) yang menggunakan liquid tidak terjadi kelangkaan, karena kontinuitas stoknya terjaga. Terutama yang di Pulau Lombok.

Guna menjaga ketersediaan pasokan di RSUD se-Pulau Sumbawa, pihaknya juga akan memasang tangki penyimpan oksigen Microbulk sistem oksigen cair di RS H.L. Manambai Abdulkadir yang berkapasitas 3 ton, RSUD Kota Bima 1 ton, dan RSUD Asy-Syifa 2 ton.

“Ini semua untuk tetap menjaga stok oksigen di RS,” tutupnya.

KETERSEDIAAN OBAT dan CAIRAN INFUS.

Beberapa pemilik Apotik yang berada di Kota Bima mengingatkan bahwa sebaiknya Pemerintah Kabupaten dan Kota Bima menyediakan armada untuk menjemput obat bantuan pemerintah pusat. Karena nanti bisa terkendala PPKM Mikro.

Seperti beberapa vitamin yang dibutuhkan penderita Covid itu sudah mulai langka, juga cairan Infus itu perlu mendapatkan perhatian.

” Cairan Infus dan beberapa vitamin di apotik sudah mulai langka, karena yang belanja obat-obatan itu bukan orang Bima saja, bahkan ada yang dari Sulawesi dan Labuhan Bajo, beli di Kota Bima dengan stok yang banyak,” ujar Aji Reso Pemilik Apotik Surabaya Pane.

Sekretaris DInas kesehatan Kabupaten Bima HM.Rivaid,M.Ap menjamin ketersediaan obat untuk RSUD Bima mencukupi, hanya beberapa vitamin yang kurang, tetapi semua sudah dalam perjalanan ke Bima.

” stok banya, obat yang dikirim itu kemungkinan besar sore ini sudah tiba dikantor,” ujar HM Rivaid.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima,Drs.HM.Azhari mengatakan bahwa ketersediaan obat, oksigen dan cairan infus untuk kota Bima aman terkendali.

” pasokan oksigen untuk kota Bima aman, begitu juga dengan cairan infus dan obat-obatan, minggu lalu kami bantu RSUD Bima untuk beberapa jenis obat-obatan, in syaa Allah Kami Dinkes Kota dan Kabupaten Bima bersama-sama saling membantu, bahu membahu menghadapi Pandemi ini, kami kesampingkan urusan daerah mana, yang utama urusan kemanusiaan”,ujar H.Azhari kepada harian amanat com melalui telepon.

Dari data yang dilansir harianamanat.com, yang diambil dari laman Dinas Kesehatan Provinsi NTB tgl 23 Juli 2021. Tercatat 277 pasien covid yang di isolasi untuk Kabupaten Bima dan 174 untuk Kota Bima.
Sedangkan yang Wafat akibat Covid 19 tercatat 34 untuk Kabupaten Bima dan 40 untuk Kota Bima.(admin)

Komentar

News Feed