” SURAT GATE PAK KADES….

 Kota Bima, Harian amanat.com. Mulai minggu ini, kami akan hadirkan SERIAL….;” NAH, INI DIA…”Serial yang pernah popular di tahun 90an, yang naik cetak di Harian Pos Kota Jakarta ini ditulis Gunarso TS . disamping enak dibaca, kocak, imajinatif dan romantis. 

Itung-itung, biar gak boring saat  Wabah Covid melanda kita..dan kita #dirumah saja…Harian amanat.com…mau berbagi cerita yang bikin kita….# ketawa dirumah saja……

Selamat membaca yah…..semoga kehadiran, SERIAN NAH, INI DIA…! Bisa menjadi bacaan ringan saat kita # tetap dirumah saja…

SURAT –GATE PAK KADES

Bila Presiden Gus Dur “pusing “oleh brunei gate dan bulog gate, Pak Kades Mariyun,47, dari klaten Janteng justru pusing oleh “Surat-gate “” yang dibikinnya. Pasalnya,  surat cinta yang dikirimkan kepada  Dewi, 36, yang masih bini orang itu ketahuan Suaminya dan Kades Mariyun pun terancam digeser dari jabatanya.

Lagi-lagi terbukti bahwa rumput tetangga lebih hijau dari “rumput”” dirumah sendiri. seperti Mariyun, Kades dari sebuah desa dikecamatan Karang Nongko Kabupaten Klaten ini misalnya, betapun istri dirumah cantiknya bak bidodari tumurun ( bidadari dari kayangan ), lihat bini tetangga masih celamitan juga.  Asal lihat Ny.Dewi yang istri Tukino, mata Pak Kades seperti kucing lihat dendeng.

Di mata Kak Kades, Ny, Dewi sangat menjanjikan sejuta selera dan cita rasa. Selain wajahnya yang ayu dan pinggangnya yang nggitar spanyol, kulit wanita itu sungguh putih bersih sementara betisnya mbuting padi. Bila Ny, Dewi mengenakan  Rok Span ketat ditambah garis “” segitiga pengaman “nya yang tampak membayang dari belakang, pak kades suka clegak cleguk melihatnya.

Pendulum Mariyun pun langsung kontak. setan-setan yang melihat aspirasi urusan bawah Pak Kades segera membentuk pansus untuk mengomporinya. Mereka menggosok-gosok Mariyun agar mau mendekati dan memacari wanita itu. Soal dosa urusan nanti, yang penting enjoy dulu. “nanti kalau sudah kenyang baru bertobat, bleh….”begiu kata si setan.

Eee, Mariyun ternyata mau saja diprovokasi setan. Melalui pendekatan kekuasaan dia mulai menempel Ny. Dewi.  Apalagi situasi dan kondisi sangat memungkinkan karena malam hari suaminya sering tak dirumah. Maklum Tukino pekerjaanya dipabrik bagian shift malam, sehingga pulang pagi dengan  “masker”menggantung dilehernya.

saat situasi di rumahnya sepi itulah, mereka suka kongkow-kongkow di ruang tamu. Anehnya, meskipun Dewi – Mariyun sudah sering ketemu, Pak Kades yang punya bakat sastra itu masih suka berkirim surat. Melalui guratan penanya itu dia menuntaskan aspirasi cintanya secara mendayu-dayu. Kata-katanya sungguh puitis, sarat dengan kata : dikau, dindaku sayang, pujaanku seorang, dan masih banyak lagi rayuan maut.

Celakanya, Dewi bukan wanita yang tertib Administrasi. Surat cinta pak kades itu tak dibakar, tapi Cuma disimpan dibawah kasur. Maksudnya, jika sedang iseng dia bisa membuka dan membaca –baca kembali rayuan gombal pak kades tersebut. “ternyata aku masih “ best seller”juga ya….”katanya berbangga diri.

Luwak mangan tales ( sial betul ), surat cinta pak kades yang menurut dewi sudah tersimpan rapi dibawah kasur, tahu-tahu belum lama ini ketahuan Tukino.  Membaca  isinya dia langsung mencak-mencak. Merujuk pada kalimat dalam surat tersebut, dia mengambil kesimpulan bahwa istrinya telah berselingkuh ria dengan Pejabat Desa itu.

Dewi pun di klarifikasi dan di interogasi.  Meskipun sudah ada barang bukti, tapi dia menolak bahwa telah terjadi hubungan intim bersama Pak Kades. katanya, selama ini Cuma kongkow-kongkow saja diruang tamu, tak sampai berbuat lebih jauh. “ Nek aku selingkuh, lha mbok kithing to wis ( jika aku selingkuh, sumpah tanganku tak bisa ditekuk )…”sumpah dewi.

Tukino tak puas denga jawaban istrinya itu,  sehingga kasus tersebut diteruskan ke Camat dan Bupati Klaten. Akibat laporan suami Dewi,  kini Kades Mariyun panas dingin, karena takut sewaktu –waktu jabatannya copot akibat kasus “surat-gate “tersebut. Apalagi, rakyat hampir tiap hari juga demo dan minta dirinya mundur dari Pemerintahan Desa. Tunggu sampai Pilkades kenapa sih? …to be continued yah….(TS )

———-Ilmu Pengetahuan Adalah Sumber Hidup Pikiran—–( Abu Bakar Ash Siddiq, ra. )—–