BISA SHOLAT IED WARGA : “Trimakasih Pak Wali..”

sholat ied masjid agung kota bima

Bima, Harian amanat, 26,mei.

Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri 1441 H di tengah pandemic covid 19, dibatasi. Pemerintah mengambil keputusan dengan langkah-langkah dan perhitungan yang matang. mengingat wabah COVID 19, belum menunjukan angka penurunan yang signifikan, bahkan sehari menjelang idul fitri, ada penambahan paparan covid dengan angka kenaikan yang sangat menakjubkan selama pandemi berlangsung. Sehingga membuat pemerintah memperketat pembatasan sosial berskala besar.

Pemerintah Pusat melalui MUI mengeluarkan fatwa bagi daerah-daerah yang masih zona hijau ataupun daerah yang sudah bebas dari zona merah, diberikan kelonggaran untuk bisa melaksanakan sholat idul fitri disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Dan salah satunya adalah Pemerintah Kota Bima.  kebijakan Walikota Bima yang langsung menindak lunjuti Keputusan MUI Pusat, dengan memperbolehkan warga Kota melaksanakan sholat idul fitri di masjid masing-masing kelurahan, disambut dengan suka cita oleh warga Kota, bahkan mendapat tanggapan positif.

Inilah pendapat warga dari beberapa kelurahan yang dirangkum Harian amanat.  Hj. Siti Muchlisa Warga Kelurahan Paruga,  yang sholat Idul Fitrinya dipusatkan di Masjid Agung Al Muwahidin mengaku, “ kami keluarga besar paruga suntu, sungguh terharu dan bahagia, karna Walikota memberikan ijin bisa sholat idul fitri bersama, walaupun hanya skala kelurahan, saya pribadi sujud syukur. Sampe terharu berlinang air mata ini, karna keberanian pak wali mengambil keputusan ini. Kami tau ini wabah, oleh karenanya, kami taat protocol covid, berjarak, tidak salaman, pake masker, bawa sabun gel utk cuci tangan, pulangnya mukenah langsung dicuci, trimakasih pak wali, karena sudah genapkan Ramadhan kami dengan memberi ijin sholat idul fitri,”

Rahman Husain Ayub warga Tolomundu, “ alhamdulillah, loa sambea idul fitri…., kone di sigi masing-masing kelurahan… lai lalona nae pahala walikota….disana ka lai weki weha keputusan…. nami wati fiki mu sia bune kanggica dou doho di fb ma kariti sia saat ake…. nami waur eda dan iyu kai ake…disana mbei ijin warga kota sambea idul fitri… lai lalona…pain na wara….tundu kancore hanta ba nami haji lutfi..”

Mei Muluk Pedagang ikan pasar lama tinggal  di Tanjung ” Saya dan para tetangga sudah berpikir, lebaran itu tidur, karna tidak tau bagaimana cara sholat idul fitri dirumah saja…bayangkan sudah puasa…tapi tidak bisa sholat idul fitri….tetapi begitu dengar bahwa pak walikota memberi ijin bisa sholat idul fitri di masjid, kami berpelukan, bahagian kami melebihi dapat THR….trimakasih pak wali…..jadi ingat saat banjir bandang….memang pak wali ini orangnya baik….disaat orang sedih….susah….beliau memberi inspirasi….”

Maryono Pengusaha UMKM…. “kami sholat di Nurul Qalbi, disana ada protocol covid 19, jadi panitianya ketat..alhamdulillah…luar biasa…bisa laksanakan sholat idul fitri itu sungguh jadi terharu…

Memang wabah ini ujian, memang ada contoh bagamana beribadah saat wabah, tetapi Alhamdulillah….salut buat pak wali..karna percaya pada rakyatnya akan patuhi protocol covid saat sholat idul fitri….panjang umur dan sehat selalu buat pak wali…semoga keputusan ini..menjadi ladang amal buat HM.Lutfi selaku walikota Bima…” ( o47).

————–“Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi takut. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah.”( QS. TAHA Surah ke 20; ayat  1-2)————-