harianamanat
MATARAM,- Pemerintah Provinsi NTB dibawah Kepemimpinan Dr.Lalu Muhammad Iqbal, saat ini tengah menguatkan jalur transportasi laut dan penyeberangan untuk menguatkan jalur barang dan orang antar pulau yang tentu saja berdampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi antar daerah.
NTB terus aktif membuka akses daerah kita dengan daerah lainnya guna memperlancar arus barang dan orang guna mendukung sektor pariwisata dan sektor ekonomi lainnya,ujar Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi kepada media.
” Kali ini Mamiq Gubernur memperjuangkan pembukaan rute penyeberangan laut Provinsi NTB dengan Provinsi NTT.
Pelabuhan Sape Bima terhubung dengan Pelabuhan Waingapu di Provinsi NTT.
Ini Gubernur, saya kira langkah tepat ya, untuk menguatkan akses antar kawasan di daerah Nusa tenggara baik bali-NTB dan NTT.
Kita telah kuat ke Barat pun ke utara demikian juga harapan kita terbangun kekuatan hubungan ekonomi NTB dengan NTT di timur.
Semua ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan dan secara nasional memperkuat positioning kawasan tenggara di level nasional, ujarnya mengutip Gubernur NTB.

” Hal lain tentu juga Mamiq Gub menyampaikan keinginan besar pembangunan sektor perhubungan di NTb baik darat,laut dan udara termasuk peningkatan frekuensi penerbangan dari dan ke BIZAM, pengembangan industri pelayaran dan logistik, menegaskan kembali untuk mengusulkan pembukaan akses pelabuhan Sanur Bali dengan Mandalika dan sebagainya,” ujar Kadis sahabat media ini.
Yusron menguraikan bahwa, Lombok akan menjadi hub baru penerbangan nasional, khususnya untuk Indonesia Tengah dan Timur.
Hal ini menjadi pokok pembicaraan antara Mamiq Gubernur yang, dengan Rusdi Kirana, pemilik perusahaan penerbangan nasional terbesar, Lion Group (Wings Air, Super Air Jet, Batik, Lion, aMalindo, Batik Malaysia, Lion Thai).
Sementara itu Pj.Sekda NTB mengisahkan hasil pertemuan Gubernur NTB dengan Pihak Perusahaan Penerbangan tersebut.
” Dalam pembicaraan serius tapi santai, kedua sahabat lama tersebut sepakat bahwa proses perijinan untuk menjadikan Bandara Internasional Lombok (BIL)/Bizam sebagai hub akan segera dilakukan dan diharapkan akan segera berjalan.
Awalnya target Miq Gub menambah 4 destinasi penerbangan baru nasional dan 1 destinasi penerbangan baru internasional di tahun pertama pemerintahannya, tapi dapatnya justru menjadikan Lombok sebagai hub penerbangan baru.
Artinya, destinasi nasional dan internasional baru yang dibuka akan jauh lebih banyak dari target”, ujar Pj Sekda NTB, Lalu Muhammad Faozal, yang mendampingi Gubernur NTB dalam pertemuan tersebut.

Destinasi penerbangan baru
Sejumlah destinasi penerbangan baru dikhabarkan akan segera dibuka, untuk menghubungkan wisatawan dari destinasi wisata nasional maupun internasional dengan Lombok.
Diperkirakan destinasi penerbangan nasional baru tersebut akan dibuka sekitar Agustus-Oktober 2025 ini. Adapun destinasi tersebut antara lain:
- Lombok – Labuan Bajo
- Lombok – Kupang
- Lombok – Yogyakarta Adi Sutjipto
- Lombok – Malang
- Lombok – Jakarta (sore)
- Lombok – Perth (Australia)
Sementara itu penerbangan Lombok-Bangkok (Don Mueang) yang semula akan dibuka dalam waktu dekat, kemungkinan akan mengalami penundaan karena perkembangan situasi keamanan di Thailand yang tidak kondusif.
Upaya mendorong semakin terbukanya akses penerbangan ke NTB terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Sebelum bertemu bos Lion Group, Mamiq Iqbal sudah terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan bos Pelita Air, Air Asia dan Garuda Indonesia.
Mamiq Iqbal dikabarkan juga sudah bertemu dengan pimpinan sejumlah perusahaan penerbangan internasional. (Dis)







