Gempa M7,7 Guncang Kabupaten Bima, Warga Pesisir Sape dan Lambu Evakuasi Mandiri

Daerah, Lingkungan547 Dilihat

harianamanat

BIMA — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58.23 WITA.

Gempa berpusat di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dengan kedalaman 15 kilometer.

Berdasarkan laporan awal Pusdalops BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 12.30 WITA, gempa dirasakan di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.
Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti truk yang melintas, sementara sejumlah warga di luar rumah juga merasakan guncangan.
Jendela dan pintu dilaporkan berderik serta terdengar bunyi pada dinding.

Hasil analisis BMKG menyebutkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Pemodelan juga menunjukkan gempa berpotensi tsunami.

Kondisi tersebut mendorong warga di wilayah pesisir Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu melakukan evakuasi mandiri menuju dataran yang lebih tinggi sebagai langkah kewaspadaan. Sekitar 300 warga dari Desa Sangia, Desa Poja dan Desa Bugis, Kecamatan Sape, serta Desa Lambu, Kecamatan Lambu, dilaporkan melakukan evakuasi mandiri.

Selain menimbulkan kepanikan, gempa juga menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan di beberapa wilayah Kabupaten Bima.

Di Kecamatan Lambitu, Kantor Camat Lambitu mengalami keretakan sepanjang sekitar tiga meter pada dinding tembok aula.

Di Desa Soro, Kecamatan Lambu, satu unit rumah panggung 12 tiang milik M. Saleh di Dusun Moti dilaporkan roboh dan mengalami rusak berat.

Sementara di Desa Bugis, Kecamatan Sape, seorang warga bernama Damar (21) mengalami luka robek pada bagian kaki akibat kepanikan saat gempa.
Korban saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Sape.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, berupa robohnya bagian dapur satu unit rumah milik M. Nasir.
Bangunan tersebut mengalami rusak sedang.

Di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, bagian dapur satu unit rumah milik Mustamin (72) juga roboh dan dikategorikan mengalami rusak sedang.

Hingga laporan awal diterbitkan, tidak terdapat korban jiwa.

Adapun kebutuhan mendesak yang dilaporkan adalah makanan siap saji, terutama bagi warga yang melakukan evakuasi mandiri.

BPBD Kabupaten Bima bersama unsur kecamatan, kepolisian, TNI dan pemerintah desa terus melakukan koordinasi, pengamatan, pendataan, kaji cepat serta penanganan darurat di wilayah terdampak.

Dinas Sosial juga telah memberikan bantuan nasi kepada warga yang melakukan evakuasi ke dataran tinggi.

BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan dan memastikan informasi mengenai gempa maupun potensi tsunami hanya diperoleh dari sumber resmi pemerintah dan BMKG.

Laporan awal tersebut disusun Pusdalops BPBD Kabupaten Bima pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 12.30 WITA.

Pendataan dan pemantauan terhadap dampak gempa masih terus dilakukan.(Hayanti Haris)