BNPT RI Teken Nota Kesepahaman dengan PT Maharani Saraswati Indonesia

harian amanat.com

JAKARTA, – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus berinovasi dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan lahan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN). Salah satu inovasi tersebut adalah metode smart farming. Dimana, metode bertani secara konvensional digabungkan dengan teknologi digital.

“Lahan kita akan diolah dengan metode baru, yaitu smart farming. Metode bertani secara konvensional digabungkan dengan teknologi digital, sehingga pemanfaatan lahan optimal,” ungkap Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., di Jakarta pada Jumat (3/11).

Dalam penerapan metode smart farming ini, BNPT menggandeng PT Maharani Sarawati Indonesia (MSI) dengan menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) yang dilakukan di Jakarta pada Jumat (3/11).

“Hari ini kita menggandeng PT Maharani Saraswati Indonesia, untuk mengoptimalisasikan lahan perkebunan dan pertanian KTN BNPT,” jelas Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BNPT RI dan PT MSI tentang pengelolaan lahan KTN dalam rangka pencegahan tindak pidana terorisme di Jakarta, pada (3/10).

Sementara itu, Direktur Utama PT MSI, Fariz Abdillah mengapresiasi adanya kolaborasi ini dan menjelaskan keunggulan metode smart farming yang menurutnya dapat meningkatkan produksi dan menarik minat petani muda milenial.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan BNPT, metode smart farming ini akan meningkatkan produksi dan menarik petani milenial,” tuturnya.

Kasatgas Sinergisitas BNPT RI Laksma TNI Joko Sulistyanto, SH., M.H., menuturkan KTN pertama yang akan menjadi pilot project smart farming adalah KTN Turen di Jawa Timur.

Selain optimalisasi lahan, ruang lingkup nota kesepahaman anatara BNPT dengan PT MSI juga mencakup optimalisasi peternakan dan perikanan, serta kemungkinan kerjasama dengan mitra strategis, baik dari dalam atau luar negeri, dengan tujuan untuk mengoptimalkan hasil dan menjalankan operasional dalam skala yang lebih luas.(HMS)