Irwan Hisdi ; Kota Bima Pusat Sorgum itu Karena Tekad dan Dukungan HML

Kota Bima, harianamamat.com,- PT.Bima Hutama Sejahtera sebagai satu-satunya Perusahaan yang konsen terhadap Pengembangan Sorgum di NTB memberikan bantuan bibit Sorgum kepada 350 petani Kota Bima.

Sebagai salah satu komoditas pangan lokal yang strategis Sorgum ternyata memiliki nilai ekonomis mulai dari biji sampai batangnya bernilai tinggi. Peluang tersebut ditangkap oleh Walikota Bima HM.Lutfi.

Bekerjasama dengan Yayasan Hisdi dan PT.BHS, Pemkot Bima memulai pertanaman secara spot-spot di Kota Bima sejak tahun 2019.

Menurut Dirut PT.BHS,Ir.Irwan mengatakan bahwa awal mula menanam pihaknya mendapat bantuan benih 10 Kg dari BBBiogen Bogor kemudian berkembang menjadi penangkar benih yang handal di provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan juga sampai memasok benih ke seluruh Indonesia. Terahkhir mendapatkan Order dari Dinas Partanian dan Tanaman Pangan NTT sebanyak 32 ton benig sorghum varietas Bioguma 1 Agritan .

Hasilnya, pada hari Sabtu saat HUT KOTA 10 April Walikota bersama DANREM 162 melaksanakan panen perdana. dipusatkan di kelompok Tani Jujur kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota.

Ir.Irwan menjelaskan luas lahan pertanian di kota Bima sangat terbatas, luas sawah hanya sebesar 2,384 ha dengan tegalan dan ladang seluas 7.196 ha. Dengan keterbatasan lahan, Pemkot Bima bertekad dan mendorong petani untuk bisa memproduksi komoditi pertanian yang memiliki nilai lebih, dan tanaman sorgum ini adalah salah satunya.

“jujur saya salut dengan Walikota HML, beliau tau keterbatasan lahan di Kota Bima, tetapi beliau mendorong Kami, agar kota ini bisa jadi penghasil utama sumber benih sorgum di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujar Pemilik Yayasan Hisdi yang di dampingi Kabid Peternakan Ir.Azan Sabil, kepada harian amanat.com.

Adapun saat ini Pemkot dan PT.BSH sudah mampu memproduksi benih sorgum Label Biru dengan Provitas rata-rata sebesar 6,3 ton per ha.

Tanaman Sorgum memiliki ketahanan di atas rata-rata dibandingkan tanaman pangan lainnya dengan kondisi lahan yang kering. Sehingga sorgum cocok untuk mengefektifkan lahan kering di Kota Bima.
Dan jika dibandingkan dengan Jagung, proses perawatan sorgum lebih mudah.

Kelebihan Sorgum dibandingkan dengan komoditas lainnya, diantaranya bisa tumbuh di daerah marginal dan kering, produktivitasnya tinggi, lalu inputnya lebih sedikit dan tahan penyakit.

Masa tanamnya juga hampir sama dengan padi yakni tiga bulan. Namun keunggulan sorgum dibanding padi adalah, bisa ditanam di lahan kering layaknya jagung. Jika dibandingkan dengan jagung, sorgum juga lebih unggul karena biayanya lebih murah. Sebab satu kali masa tanam sorgum, bisa tiga kali panen.

“Jadi seperti tebu, dari bonggolnya bisa muncul lagi, seperti tebu, dari bonggolnya bisa muncul lagi (ratun),” jelas Irwan panjang lebar. Sehingga sorghum bisa bermanfaat 4 F (FOOD, FEED, FEUL DAN FULUS).(admin)