Satu Bahasa… “Menangkan IDP-DAHLAN “

Bima, Harian amanat.com,-  Doktor Honoris Causa dalam Politik  julukan itu layak disematkan kepada Hj. Indah Dhamayanti Putri. Sebagai politisi handal, Politik Identitas dengan cara berdekatan langsung menyapa masyakarat, itulah strategi yang masih ampuh untuk menggaet suara.

Dan itulah yang dilakukan IDP untuk mengabarkan kepada Masyarakat Bima, bahwa Partai Politik berlambang Pohon Beringin yang di Pimpinnya itu “  Satu Kata…Satu Bahasa…Satu Tekad….Menangkan IDP-DAHLAN….”

Golkar merupakan Partai Terbesar di Bima, Partai yang Pernah berkuasa di era Orde Baru ini tidak pernah lekang dihati Rakyat Bima, sejak masa Sultan Abdul Kahir diutus menjadi Anggota DPR RI tahun 1982-1992.Partai Golkar tetap dicintai rakyat Bima pun dimasa-masa sulit Era Reformasi.

Golkar mengunci Istana sebagai jargon politik identitas untuk meraup suara rakyat Bima yang mencintai dan patuh pada Sultannya.

Dan IDP perempuan cerdas ini tidak perlu bekerja keras untuk meraih hari masyarakat Bima. Itu terlihat saat kedatangan dari Jakarta membawa SK Pencalonannya dari Partai Golkar, tanpa Komando…Relawan Emak-Emak…Relawan Milenial   dan relawan-relawan lainnya….berkumpul menjemputnya untuk diajak berkeliling.  “ kehadiran kami disini hanya dari WA sesama jender….ini inisiatif kami masing-masing…tidak ada instruksi langsung dari IDP….ini murni dari hati nurani relawan..jender IDP, “  klaim Ibu Yanti wanita cantik asal Kecamatan Monta  ini kepada Harianamanat.com.

Sementara itu sekelompok  laki-laki parubaya dengan seragam Hitam bertuliskan LASKAR mengaku bahwa mereka adalah ujung tombak untuk mendekatkan IDP-DAHLAN dengan  calon pemilih. “kami  akan menjadi ujung tombak IDP dengan rakyat….kamipun akan menjadi pengawas di lingkungan kami…..kami tersebar di 191 desa,  kami kesini karena  mendengar Umi balik dari Jakarta…semestinya saya ke gunung… tapi karena mendengar  umi Dinda balik pagi ini  saya selaku sekjen Laskar menginformasikan keseluruh kawan-kawan…agar bersiap menjemput umi…kalo bisa konvoi keliling Palibelo hingga Woha….biar kawan-kawan yang tidak sempat datang…. melihat bagaimana besarnya dukungan rakyat buat umi, “ ujar Burhan  warga Rato Kecamatan Bolo.

IDP dicintai rakyat Bima dari yang tua hingga anak-anak balita…seorang anak perempuan..Balita asal desa Risa…melepaskan diri dari gendongan neneknya…berlari ditengah kerumunan…menghampiri IDP….. “ Umi Dinda….Lanjutkan dua periode….” Pekik gadis kecil itu menghipnotis kerumunan massa…neneknya yang sudah tua itu berkata… “ ana dou jaeee ( hendak menarik cucunya, red ) …ina na  wunga dei tolo…”

Ditengah teriknya matahari siang itu..IDP tersenyum bahagia, disambut dan dielu-elukan pendukungnya. kakinya melangkah pasti..tanganya tak berhenti melambai dan menyalami warga yang berkerumun menyambutnya disepanjang  tepian  jalan dari Palibelo menuju pertigaan Dore. Dari Dore menuju Tente , Risa berakhir di Donggo Bolo. Hingga Senja  menyapa ….IDP tiada terlihat letih…semangat dan senyumannya…terus terpancar…membuat  para Relawan semakin  simpati…”inilah cara kami menjawab hoax, “ seru para Laskar.

Sikapnya yang anggun….Senyum  manis yang selalu menghiasi wajahnya saat bersama Rakyatnya…..itulah Pancaran Pesona yang menambah Kecintaan Rakyat Bima ( 045)