IDP…Menyapa Warga….

Bima, Harian amanat.com,- Disela-sela rutinitas  kerja, Bupati IDP merespon  kegiatan dan menerima berbagai undangan yang ditujukan kepadanya. ia meluangkan waktu bahkan berdialog langsung dengan warganya….Rupanya masyarakat  Desa Nanga Wera sudah berkumpul dan menunggu kehadiran Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, sejak  jam 9 pagi..namun  karena jadwal yang  padat Bupati IDP baru tiba di Desa Nanga Wera  jam 4 sore selepas  sholat Ashar.

inilah sekelumit Peristiwa dan Pendapat Warga yang coba Harian amanat.com rangkum….saat IDP…Menyapa Warga…..

DIDESA NANGA WERA …

H. Hasan M Nur, tokoh masyarakat menjadi Bilal di dusun Naru…..

“ Saya dan para Lebe, para khatib..sudah menunggu umi dinda sejak pagi tadi, karena ada pengumuman di mushola, bahwa Bupati Bima  akan datang di Nanga Wera…..

Tapi karena ada berita Bupati sedang menerima orang demo di kantornya…kami pulang dulu…rumah kami dengan Lapangan ini jauh nak…tapi karena kami sayang sama umi dinda….kami hadir kesini….” Nggahi mbojo pa anae…..ngoa japu umi dinda….mushola di dusun naru ka lengi…nami raho seng pa…di butu kai mushola…..

Ngoa salai rau pu…..na ngolu wali umi dinda….ngoa jap pu ake nggahi nahu abu heso…..anaku galara nanga wera na  bade ku nami ake nii……”

Ramdhan perempuan ( 40 ) asal Dusun Pemogara….

“ saya dan anak-anak saya sudah sejak pagi kesini….saya hanya ingin  melihat Umi Dinda…karena saya tidak pernah  melihatnya….hanya mendengar cerita saja…..saya numpang motor KCD  untuk  kesini……sekarang saya sudah melihat wajahnya…..pai da karua ibue…..Ibu…bune ku cara na ngoa kai Umi Dinda…maklum mada wati luú ku kegiatan dusun..mada wati ndadiku anggota  mejelis taklim…PKK..doho….mada ibu rumah tangga mpa….Pai si di loa re….wara ja kursus menjahit ara rasa ke..ma garati….loa kai ja ndi karawi kai ba  mada doho ake niiii…..mada ke buru pako..…wara si mura de…wara ja di raka kai….”

DIDESA WORA WERA…..

Syamsiah Arsyad dusun Dembi ( Perempuan )…

…… “ na wancuku taho  na anaku umi dinda….

……Bupati Bima ma da wara tandi….

…….usulan kamboa tiwara da mbei….

……aspal di dembi ku rahoku tamba…..sampe do runggi…….

…….Ake Ku Wei Sangaji….ma taho di madoho wali..dua taha…….”

…….mada doho mai ta ake…ruu tio kancore umi dinda…

…….di caki ncore…na lao ku ncera na dana ro rasa……teriak Ibu ini…diiringi tepukan riuh ratusan hadirin warga wora…..menyambut kehadiran IDP dan H. Dahlan…

Mukhtar AMA Sutra Desa Wora…..

“ nami ara desa wora ake…sariwu sewi  pemilih mu…..nahu anae….aipu dae ferry wau….Wati du loa mu cengga nami ara wora ake…bil khusus dusun rade….ngolu ncau ndai sangaji doho ta ara ake……nami masyarakat ti nee au-au…ede urusan kadus lao kades….sura mpa ka tahona sigi ro mushola…..edempa di bae na suara ma nae…….

DESA TA DEWA WERA……

……” alaeee…..ede mboto otoeee….na repa…..na ratu ku……..ore poda……” teriak anak-anak kecil ditepi jalan….mengikuti iring-iringan hadrah penyambutan Bupati IDP….di desa Ta Dewa Wera……….

……dan sebelumnya diujung jalan memasuki Desa Ta Dewa….puluhan gadis-gadis berseragam Putih Hitam….mengendarai motor…..berboncengan ….mengawal iring-iringan kendaraan IDP…..

…….” Kami Barisan Umi Dinda ( Bumi ) …berkoordinasi denga teman-tman Bumi di desa  lainnya sepakat  mengawal kedatangan umi dinda dengan mengendarai motor, “ ujar Humaira atau Ira Korlap Penjemputan……

jangan ditanya  berapa kali umi dinda  kesini…karna kami tidak tengah membahas hal itu…kami ingin memulai gerakan BUMI….karna kami perempuan….beliau menjadi  inspirasi kami…sebagai perempuan….sesama perempuan harus saling mendukung……”

Herman Ketua Karang Taruna…..Desa Ta Dewa…..

……. “ kami hadir disini….berharap bisa berdialog dengan Umi Dinda…karna desa Ta Dewa ini adalah desa pesisir… warga Ta Dewa  kebanyakan adalah Nelayan dan Petani…..jadi kami meminta kepada Umi Dinda selaku Bupati Bima..agar memberikan  kami…Pukat..mesin ketinting…cool box….bibit kambing…bibit bebek untuk program pemberdayaan warga Ta Dewa …soal berapa suara itu soal lain…yang  jelas masyarakat Ta Dewa…cinta Dae Ferry…karna Dae Ferry sering mancing disini…dan beliau almarhum…pernah membuat jembatan  penghubung antara desa Ta Dewa dan Desa Sangi Ang…namun belum selesai hingga sekarang ini….”ujarnya.