Magnet Itu Bernama….. Indah Dhamayanti Putri

Bima, Harian amanat .com,- Hari Rabu, 24 Juni 2020 kemarin…di pagi menjelang siang itu cuaca cukup terik… Penulis  menyempatkan diri untuk mengikuti perjalanan silaturrahim atau Kunjungan Kerja  sosok yang kerap dielu-elukan dan ditunggu masyarakat Wera itu. Dari areal persawahan di perbatasan Kecamatan Sape dan Wera…tiba-tiba petani bawang merah  berteriak dan berhamburan  kejalanan,  berlari mengikuti iring-iringan mobil…sembari berteriak… “ umi…..eee..mai mena…wara umi keee…, “  dan sosok yang bernama Umi itupun turun dari kendaraannya…..menyapa dan meyalami para petani yang  kebanyakan perempuan itu…..sepanjang perjalanan…pemandangan seperti itulah yang terliat  sejak dari dusun Kalo, Desa Pai Kecamatan Wera.  hingga  menuju Desa Oi Tui Kecamatan Wera…warga masyarakat menantinya ditepi jalan……siapakah sosok kharismatik tersebut… Sri Nuryati alias Sri Miranti mencoba mengupasnya.

Perempuan itu tiada lain bernama Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. dibalik parasnya yang ayu dan  menawan dia adalah perempuan ulet. Filling politiknya luar biasa. Sekelas Penulis seperti Muslimin Hamzah  memberinya  julukan  Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Politik. Wajar –wajar saja gelar itu disematkan kepadanya, karna ditengah kesendiriannya sejak ditinggal  Almarhum H. Ferry Zulkarnain. Perempuan ini meluluh-lantakkan  lawan-lawan Politiknya.

Bertubi-tubi dirinya memenangkan pertarungan politik. Dimulai dari  kemenangan  secara aklamasi   saat menjadi calon Ketua Golkar kabupaten Bima.  Kemudian Terpilih Menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima.  Lalu Terpilih Menjadi  Wanita Pertama yang  menjabat sebagai Bupati Bima periode 2015-2020 dengan  mengalahkan  tiga calon lainnya. Dan terakhir mengantarkan Putra Sulungnya  menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bima.

Perempuan yang lahir, 19- November- 1981, berzodiak Scorpio dan bershio Ayam ini, dalam soal Politik memiliki segudang pengalaman, sejak menjadi Istri dari Almarhum H. Ferry Zulkarnain yang  merupakan Cucu Sultan Bima, sekaligus Tokoh Muda Golkar kala itu. Almarhum Ferry merupakan mesin politik Golkar untuk mendulang suara di NTB ini. Kabupaten Bima, kerap mengutus wakilnya di DPP RI melalui Partai Golkar. Begitu juga untuk Almarhum Ferry sendiri, nama Trah Kesultanan Bima  menghantarkannya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, dalam  kontes Pemilu Legislatif dengan sistim Proporsional Tertutup tahun 1999. Jejak-Jejak dan Langkah Pengalaman Almarhum Ferry Zulkarnain,  ibarat Perpustakaan yang memenuhi rongga  pengalaman hidup dari Hj. Indah Dhamayanti Putri di arena percaturan Politik di daerah ini.

Umi dinda begitu sapaan akrabnya,  dalam menjalankan roda  pemerintahan, telah mampu mengharumkan nama Kabupaten Bima ditingkat Nasional lewat  berbagai Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.  Yang  Fenomenal  adalah Penghargaan atas Inovasi SI -MAWAR yang langsung disosialisasikan di Instana Negara saat 17 agustus 2019 lalu, oleh Pemerintah Pusat.

Perempuan kharismatik ini sosok yang  berwawasan luas, ia bukan hanya unggul dalam menguasai ilmu politik, ia dinilai sebagai sosok yang cerdas, IDP julukan lainnnya dikenal piawai dalam Public Speaking.bahasa tubuhnya, pidatonya yang terstruktur, gaya  bertuturnya yang lembut,  menjadi panutan dan Inspirator  bagi kaum perempuan lainnya. dan ini tidak terlepas dari pengalamannya sebagai seorang tokoh intelektual  yang telah menduduki  berbagai posisi jabatan penting,  baik di pemerintahan maupun di berbagai organisasi kemasyarakatan.

 Dalam pemilu kada  2015 lalu, penulis meragukan kemampuannya dalam menahkodai  kapal  Pemerintah Kabupaten Bima ini.  Namun  seiring waktu berjalan,  kemampuannya  menjaga dinamika  dalam mengelola Administrasi Pemerintahan. Membuat Penulis mengangkat jempol  ‘salut ‘ untuknya.

Benar ada suara-suara  “ IDP tidak mampu melihat kondisi riil masyarakat  yang masih dibawah garis  kemiskinan…pembangunan  hanya dinikmati segelintir orang, “ itu sah-sah saja.  Sebab setiap orang mempunyai   hak untuk memberikan penilaian.  tergantung  dari sudut pandang dan dari terminologi mana  mereka  melihatnya.  Bagi IDP mendengar semua itu  dengan tegas  mengatakan,  “ Resiko menjadi  pemimpin memang harus menerima  kritikan dan hambatan, jika tidak mau menghadapi semua itu, ya, berhentilah jadi pemimpin,  bapak-bapak diangkat menjadi pemimpin karena dipercaya oleh rakyat bisa menghadapi semua itu.“  itulah bahagian ketegasan sikap yang dimilikinya saat mengetahui para OPD…Camat. .ataupun  Kades.. yang  tidak transparan atau tidak  terbuka dalam melayani kritikan masyakarat.

Baginya tidak masuk akal jika Kantor desa di segel dan pelayanan  menjadi terhambat,  hanya karena kritikan dari orang yang ingin mengambil  kuntungan dari sebuah kebijakan. “ namanya pemerintah , ya, harus memerintah. Pemerintah yang diperintah.  Dan Kita harus  berusaha memuaskan pelayanan kepada rakyat, tetapi ikhtiar pelayanan yang terbaik,  pastilah ada yang tidak puas. Karnanya  harus ada keterbukaan informasi.”  Begitulah salah satu caranya berargumen saat berhadapan langsung dengan kritisi.

Seberapa tangguhkan Hj. Indah Dhamayanti  Putri di dalam meraih kembali menuju Dua Periode dalam kontes Pemilu Kada 2020 atau 2021 ini. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

 Dan penulis memang bukanlah seorang politisi, apalagi politisi handal dan berhasil. Penulis hanya punya pengalaman sebagai anggota KPU Kota Bima periode 2003-2013. Dalam pengalaman tersebutlah Penulis ingin menitip pesan…..” bahwa  seorang pemimpin yang  sederhana dan seseorang yang  memiliki managerial skill yang handal dalam Ilmu Pemerintahan  biasanya Dialah pemimpin yang demokratis. Seorang yang demokrat tulen haruslah egalitarian, terbuka pada siapa saja..kapanpun…dimanapun… dengan siapapun…..”

Akhirnya….selamat berjuang….Perempuan Luar Biasa….derap langkah dan ayunan tanganmu…mencerminkan ketekunanmu…..keras dan sulitnya usaha kau baluri dengan senyummu…dan itu menjadi Magnet merebut hati masyarakat….

Kerja keras…hitung-hitungan yang benar, dan mengharapkan ridhoNYA, maka segenap hasilnya adalah maujud dari takdirmu……..(Sri Nuryati alias Sri Miranti )

—- di hari itu terhinalah orang kafir, sebaliknya mulialah orang mukmin. QS. Ar-Rahman. Ayat 3—