Yusri AlBima Raih Penghargaan KP2MI sebagai Tokoh Peduli Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita, Headline677 Dilihat

harianamanat

Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memberikan penghargaan kepada Yusri Addin Yusuf, S.Hi atau yang lebih dikenal dengan nama Yusri AlBima, sebagai tokoh dan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang konsisten memperjuangkan pelindungan bagi PMI dan keluarganya.
Penghargaan ini diberikan pada saat Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) yang diselenggarakan di Sasono Langen Budaya Taman Mini Indonesia Indah pada Kamis, 18 Desember 2025.

Yusri Albima memang sudah sejak lama bergelut dalam dunia aktivisme.
Di balik penghargaan itu, tersimpan perjalanan panjang penuh dedikasi.
Sejak 2007, Yusri telah menapaki jalan advokasi pekerja migran.
Saat itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) baru saja berdiri di bawah kepemimpinan Muhammad Jumhur Hidayat.
Yusri hadir sebagai tokoh yang gigih dalam memperjuangkan hak Pekerja Migran Indonesia.

Bagi Yusri, Pekerja Migran Indonesia itu bukan sekadar angka statistik, penghasil remitansi dan devisa, melainkan manusia yang memiliki hak dan martabat.

JEJAK di LUAR NEGERI

Pengalaman Yusri sebagai Pekerja Migran Indonesia membentuk kepeduliannya. Ketika bertugas di KBRI Tunisia, ia tak hanya menjalankan pekerjaan diplomatik, tetapi juga menjadi sandaran bagi banyak Pekerja Migran Indonesia yang menghadapi masalah.
Terutama yang diberangkatkan secara non prosedural.
Dari kasus hukum hingga kehilangan dokumen, Yusri hadir memberi perlindungan, memastikan hak mereka terpenuhi.

JEJAK ORGANISASI

Yusri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI), terus memperluas pembelaannya terhadap Pekerja Migran Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, AMBI bukan hanya wadah pemuda, tetapi juga ruang solidaritas bagi Pekerja Migran Indonesia dan anggota keluarganya.
Ia percaya, perlindungan Pekerja Migran Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama yang melibatkan masyarakat.

Selain itu dia juga didaulat sebagai Dewan Pakar Federasi Buruh Migran Nusantara Konfederasi Sarikat Buruh Muslim Indonesia (FBuminu Sarbumusi). Salah satu organisasi buruh yang anggotanya berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama.

INSPIRASI PERJUANGAN

Penghargaan dari KP2MI menjadi penanda bahwa perjuangan panjang Yusri mendapat pengakuan. Namun, bagi Yusri, penghargaan hanyalah simbol.
Yang lebih penting adalah memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia mendapat perlindungan nyata, baik pada fase sebelum berangkat, pada saat bekerja dan sesudah bekerja.

“Perjuangan ini bukan tentang saya, tetapi tentang mereka yang berani meninggalkan kampung halaman demi keluarga. Mereka layak mendapat perlindungan dan penghormatan,” pungkas Yusri mengakhiri pernyataannya dengan motto “Satu Cahaya, Ribuan Kisah. Solidaritas Pekerja Migran untuk Kemanusiaan”.(Ade/Sura)