harianamanat
Mataram,- Menjawab Potongan Vidio dari Acara Dialog Bincang Kamisan yang digelar Dinas Kominfotik NTB,Kamis,27 November 2025, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Sadimin, memberikan klarifikasi terhadap beragam tanggapan masyarakat atas pernyataannya dalam potongan vidio berdurasi satu menit tersebut.
Dalam video tersebut, pernyataan Sadimin dianggap menyiratkan adanya ketidak berimbangan pembangunan infrastruktur antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Menanggapi hal itu, Sadimin menegaskan bahwa pernyataannya telah dipotong dan tidak mencerminkan maksud sebenarnya.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya apabila potongan video itu menimbulkan salah paham. Tidak ada perlakuan berbeda antara Lombok dan Sumbawa dalam pembangunan infrastruktur. Pernyataan saya saat itu menjawab pertanyaan mahasiswa Teknik Unram terkait dugaan ketimpangan pembangunan,” jelas Sadimin, Senin 1 Desember 2025 di Mataram.
Menurutnya, penanganan infrastruktur di NTB dilakukan berdasarkan skala prioritas dan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, bukan berdasarkan wilayah.
Baik Lombok maupun Sumbawa, mendapat porsi sesuai kebutuhan dan urgensi pembangunan.

Sadimin juga menjelaskan bahwa secara geografis, panjang jalan provinsi di Pulau Lombok lebih pendek dibandingkan Pulau Sumbawa. Panjang jalan provinsi di Lombok sekitar 500 kilometer lebih, sedangkan total jalan provinsi di Pulau Sumbawa mencapai 900 kilometer lebih.
Karena anggaran terbatas, tidak semuanya bisa ditangani sekaligus. Prioritas kami adalah ruas jalan dengan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) tinggi dan yang paling dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Provinsi NTB justru memberikan porsi anggaran lebih besar untuk Pulau Sumbawa, yakni Rp58 miliar, sementara Pulau Lombok mendapat alokasi Rp35 miliar.
“Jadi tidak benar kalau Sumbawa dianaktirikan. Justru pada 2025 kami memberikan perhatian lebih besar ke Sumbawa, namun tetap tidak bisa meng-cover seluruh ruas karena rentangnya jauh lebih panjang,” kata Sadimin.
Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik dan mengakhiri polemik yang berkembang akibat potongan video tersebut.

DAFTAR PEKERJAAN FISIK JALAN dan JEMBATAN TAHUN ANGGARAN 2025
Alokasi Anggaran Untuk Pulau Sumbawa : (Sumbawa Sumbawa Barat, Dompu, Bima)
Pulau Sumbawa memperoleh total anggaran sekitar Rp.58,9 miliar terdiri atas :
- Rekonstruksi Simpang Tano-Seteluk : Rp3,559miliar.
- Lenangguar- Lunyuk : Rp.20,068 miliar.
- Penggantian jembatan Doro oo Bima: Rp.6, 298 miliar. Anggaran untuk Pulau Lombok Total : Rp. 35,9 miliar meliputi;
- Rekonstruksi Tanjunggeres- Poh Gading pringgabaya: Rp. 28 miliar.
- Pemeliharaan berkala : batu nyale – sengkol ; Rp 3,963 miliar.
- Penggantian jembatan Mekarsari selong belanak ; Rp. 4 miliar.

Proyek irigasi menopang pangan dua pulau NTB, untuk proyek strategi pada sektor sumber daya air taman anggaran 2025 mengalokasikan tiga proyek irigasi besar yang menyasar peningkatan produksi pertanian di kedua Pulau ;
- Rehabilitasi irigasi di maronggeng Lombok Timur anggaran Rp.6,00 miliar (outcome 378ha/ progres 73,44%)
- Rehabilitasi irigasi di santong Lombok Utara anggaran Rp. 3,216 miliar (468,67ha/ progres 60,62%)
- Rehabilitasi irigasi di Kadindi Dompu anggaran Rp. 4,382 miliar ( 472ha progress 55,36% )

Ketiganya proyek irigasi tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan yang sejalan dengan agenda nasional dibawa kepemimpinan presiden Prabowo dan wakil presiden Gibran.

Dengan pemerataan proyek di Lombok dan Sumbawa pemerintah menegaskan bahwa pembangunan diarahkan pada sentral pangan kawasan ekonomi dan jalur logistik bukan pada pertimbangan geografis semata.(Sura/Dis)







