Roadshow JENETEKE Yandi

harianamanat

KABUPATEN BIMA,- Sabtu siang 15 Juni 2024, usai mengikuti Doa Arofah bagi Tetua Hj.Lola Laswita, (Nenek dari JENETEKE Muhammad Putera Ferryandi) yang tengah menunaikan ibadah haji wukuf di Arofah Makkah Al Mukkaromah,
Siswadi Ajudan Pribadi JENETEKE Muhammad Putera Ferryandi mengajak saya untuk ikut kegiatan Dae Yandi sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Bima itu ke Wawo.

“Kak, ayo kita ke Wawo, Pak Ketua ada acara di Wawo dan Langgudu,”ujarnya.

Tanpa bertanya aku jawab,”siap”.

Seperti biasa Tim Media Centre selalu stand by setiap ada kegiatan.

Saat itu yang ada hanya aku, Bhimo, Sis dan Erka.
yang lain seperti Idil, chapunk, Heri, Herman tengah ada liputan lain.

Kami berangkat menuju Wawo.
dengan menggunakan mobil Toyota Avanza, yang di sopiri Om Ozi.

Dalam waktu 40 menit kami tiba di Lapangan Umum Maria Kecamatan Wawo.

Dae Yandi tiba lebih awal dari kami.
Seperti biasa, jika ketinggalan aku berlari-lari kecil ke lokasi.

Baru saja hendak duduk di kursi yang telah di sediakan panitia.
Suara Azan berkumandang dari Masjid di dekat Lapangan.
Tepat pukul 15.25 WITA.

Tiba-tiba Dae Yandi yang berada di deretan paling depan berdiri.
“Permisi sebentar,” katanya kepada Camat Wawo Syarifudin Basar yang berada di sampingnya.

Dae Yandi berdiri dan melangkah menuju selatan ke arah masjid.
Camat Wawo Syarifudin Basar,S.Sos, Kades Riamau Adisan, Kades Pesa, Ketua PK Golkar Wawo,H.Anas,Anggota DPRD Kab Bima M.Sidik, Ahmad Yasin,SH Pengurus DPD II Golkar Kab Bima, Mantan Sekwan Kab Bima Drs.H.Supratman dan panitia Kompetisi Sepak Bola Pajuri Cup Usia 15, bergegas berjalan bersama Dae Yandi menuju Masjid.

Usai menunaikan sholat Ashar berjamaah.
Dae Yandi meminta ijin kepada Panitia.

“Maaf tidak bisa menemani menyaksikan pertandingan final ini.
Karena ada acara yang sama di Karumbu Langgudu,” ujar Dae Yandi kepada Ketua Panitia dan Camat Wawo.

Eko Supra,SE yang menjadi Ketua Panitia Kompetisi Liga Pajuri Cup 2024, langsung meminta Panitia agar segera memulai Acara Pembukaan Final Kompetisi Sepak Bola Usia 15 antara Desa di kecamatan Wawo itu.

Pantia meminta agar Dae Yandi memberikan sambutannya.

Sultan Muda Bima yang juga Ketua Persatuan Sepak Bola Bima (Persebi ) itupun memberi Sambutan.

“Salam Olah Raga….Olah Raga Jaya….” pekiknya dengan mengepalkan tangannya memberi semangat dan spirit kepada kedua kesebelasan yang akan berlaga pada putaran final itu.

“Kompetisi Sepak Bola bukan hanya untuk meraih target juara.
yang lebih penting adalah bakat-bakat muda ini bisa tersalurkan.

Olah Raga akan menumbuhkan nilai-nilai sportifitas dalam diri kita.

Saat ini kita membutuhkan bibit talenta muda berbakat untuk menjadi pemain sepak bola.

Melalui Kompetisi-kompetisi seperti inilah bakat-bakat itu akan lahir.

Saya berharap dan berkeinginan melalui Kompetisi Sepak Bola Usia dini dapat melahirkan pemain sepak bola yang profesional.

Tentu kita akan bangga jika itu merupakan anak muda dari daerah kita,” ujarnya.

Sebagai Ketua Persebi, ia menginginkan Sepak Bola Kabupaten Bima lebih Maju layaknya daerah lain di Indonesia.

Dae Yandi tidak hanya memberi sambutan tetapi juga memberikan bantuan pribadinya kepada Panitia.

Bantuan senilai Rp.5 juta itu di serahkan nya kepada ketua Panitia.

Dan Ia pun Pamit kepada seluruh tamu yang hadir.
diantaranya M.Yasin,S.Sos Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima dari Partai Gerindra.

Kemudian Kami menuju Desa Karumbu Kecamatan Langgudu.

Perjalanan dari Wawo menuju Lapangan Karumbu ini memerlukan waktu 1 jam perjalanan.

Kami telusuri jalanan lingkar Selatan yakni Wawo-Sape-Lambu-Langgudu.

Satu jam perjalanan itu tidak terasa.
Karena hamparan sawah hutan danau Dam Summi memanjakan mata.

Memasuki perbatasan wilayah antar kecamatan Lambu dan kecamatan Langgudu yakni desa Dumu, kita akan melihat pantai yang indah.

Hamparan pasir putih, pohon Bidara dan semak pohon Golkar tumbuh liar mengintari sepanjang tepian pantai.

Mobil Toyota Rangger Nevada dengan Nomor Polisi EA 1 DY yang di Tumpangi Dae Yandi berada di depan kendaraan kami.

Mobil Rangger Nevada itu terlihat mengurangi kecepatannya.

Rupanya Calon Bupati Bima itu ikut menikmati indahnya pantai yang mengitari sepanjang jalan menuju desa Karumbu itu.

Kami tiba di Lapangan desa Karumbu tepat pukul 17.15. WITA.


Saat itu kedua kesebelasan tengah adu pinalti.

Penonton bersorak ramai, saat adu pinalti di menangkan kesebelasan Kemenangan FC Desa Kangga dengan skor 5.4.

Dae Yandi yang duduk disamping Wakil Bupati Bima Drs.H.Dahlan ikut
bertepuk tangan.

Di acara Kompetisi Sepak Bola Antar Club’ Se-pulau Sumbawa ini.
Dae Yandi kembali memberikan bantuan kepada Panitia, dengan nilai yang sama yakni lima juta rupiah.

Karena waktu hampir menjelang magrib.
Dae Yandi tidak mengikuti acara Penutupan hingga usai.
Ia beranjak menunaikan sholat magrib di Masjid Desa Karumbu.

Dae Yandi berjalan kaki menuju Masjid.

Sepanjang jalan menuju Masjid Dae Yandi berbicara soal Sepak Bola.

Dae Yandi sangat berharap ada pengusaha atau perseroan daerah terpacu untuk dapat membantu pendanaan olahraga.

” Sebagai Ketua DPRD sekaligus Ketua Persebi, seharusnya olahraga ini bisa mandiri.

Hanya saja saat ini jangankan untuk Daerah memang dana olahraga secara nasional masih kurang.

Mau dibolak balik kayak apa pasti dana itu tidak cukup.

harapan kita itu bisa mendapat dukungan dari insan pengusaha sehingga olahraga ini bisa mandiri.”

Ia menilai diperlukan regulasi yang bisa memberi stimulus kepada pengusaha agar terpacu untuk berkontribusi di dunia olahraga.

Calon Bupati Bima dari Partai Golkar ini mengatakan mestinya Undang-undang Keolahragaan No 11 Tahun 2022 sudah mengatur pendanaan olahraga tidak harus dari anggaran pemerintah APBN dan APBD.

Mestinya di perkuat melalui UU Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah 47/2012.

Namun dalam UU PT itu belum memasukkan olahraga menjadi bagian dalam Corporate Social Responsibility (CSR).
Ini yang menjadi kendala sehingga insan pengusaha masih kurang berpartisipasi dalam membantu olah raga, ujarnya.

Tak terasa sudah sampai di halaman masjid desa Karumbu.

Di halaman Masjid, Dae Yandi telah di tunggu oleh beberapa Tokoh Masyarakat Karumbu.
terlihat Dr.Ahmadin, Keluarga Prof Atun Wardatun, Kepala Desa Karumbu, Kepala Desa Kangga, Toma dan Toga desa setempat.

Usai Sholat menunaikan sholat maghrib, Dae Yandi terlihat bercakap-cakap dengan Marbot Masjid.
Entah apa yang di bicarakan.

Terlihat Dae Yandi menunjuk ke arah tempat Wudhu dan berjalan di seputar halaman masjid.

Kemudian terlihat Dae Yandi menyalami Marbot dan pamit.

Saat hendak naik ke mobil, tiba-tiba seorang Ibu berlari mendekati Dae Yandi.

” mboto kangampu ta Ruma, santabe ta katenggo weki ta Uma Mada ta, wara pak wakil bupati mangena ta (banyak maaf Sultan.sudi kiranya mampir ke rumah saya untuk makan malam, ada pak wakil Bupati yang menunggu)” ujar ibu itu.

Dae Yandi yang di temani M Sidik dan Ahmad Yasin menuju arah rumah ibu tersebut.

Rupanya rumahnya tidak jauh dari Masjid.
hanya berselang lima rumah.

Singkat cerita, usai makan kamipun bersiap kembali ke Kota Bima.

Penulis/editor : Sri
Foto : Bhimo