BNPT RI: Implementasi Bali Work Plan Meningkat

harianamanat.com

Bali,- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) mewakili Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat menggelar pertemuan 3rd Bali Work Plan Multi Sectoral Task Force (MTF) Meeting dan 3rd Asean Partners Meeting for the Implemetation ot the Bali Work Plan 2019-2025, di Bali pada Kamis (8/6).

Pertemuan yang didukung oleh USAID-PROSPECT ini diselenggarakan dalam rangka mengoptimalkan implementasi rencana kerja Bali Work Plan 2019-2025.

Deputi Bidang Kerjasama Internasional Andhika Chrisnayudanto, selaku Chair of SOMTC Working Group on Counter-Terrorism menyatakan bahwa tahun 2022 hingga 2023 ada kenaikan sepuluh persen dari tingkat implementasi Bali Work Plan yang dilaksanakan oleh badan sektoral Asean, organisasi dan entitas yang tergabung dalam Multi Sectoral Task Force (MTF).

“Jadi sekarang itu kita sudah mencapai tiga puluh enam persen, dan beranjak dari tahun sebelumnya dua puluh enam persen. Kalau kita nilai dari efektifitas berbagai kegiatan yang dilakukan itu cukup efektif jadi kita ada sekitaran 114 aktivitas untuk dilaksanakan sampai tahun 2025”, jelas Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT RI.

Andhika menyatakan bahwa saat ini yang menjadi program prioritas dari Bali Work Plan adalah Pilar 1 yaitu program pencegahan radikalisme dan ekstremisme yang fokus pada pengembangan ketahanan masyarakat terhadap radikalisme ekstremisme dengan melibatkan pemberdayaan perempuan dan generasi muda.

“Untuk implementasi kita masih berpacu pada pelaksanaan dari pilar ke 1 yaitu mengenai pencegahan, yang dituangkan dalam pelaksanaan misalnya pembentukan pengembangan community resilliance juga dalam rangka untuk pemberdayaan perempuan kemudian juga pemberdayaan pemuda dan ini sifatnya yang lebih pada prioritas dalam rangka pencegahan” pungkasnya.

Bali Work Plan 2019-2025 dibentuk untuk menanggulangi radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan di kawasan ASEAN, memiliki empat pilar yang meliputi Pilar 1 fokus pada pencegahan, Pilar 2 fokus pada kontra radikalisasi dan deradikalisasi, Pilar 3 fokus pada penegakan hukum, dan pilar 4 fokus pada kemitraan dan kerjasama regional.(HMS)