Jend (Purn)Muldoko Observasi dan Survey Bima sebagai Food Estate Nasional

harianamanat.com

Kab Bima,- Kedatangan Jenderal (Purn) Dr. Moeldoko di kabupaten bukan Kunjungan Kerja Biasa.

Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan yang menaungi 4 Deputi pada Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo – Kyai H.Maruf Amin tersebut merupakan Kunker istimewa yakni observasi dan survey untuk menjadikan Kabupaten Bima sebagai daerah Penyangga Pangan Nasional atau food estate.

Jend.Muldoko mendapatkan Perintah dari Presiden Joko Widodo, untuk survey lahan Jagung dan Sorgun di Kabupaten Bima.
Karena Kabupaten Bima akan menjadi salah satu daerah yang akan ditargetkan menjadi Lumbung Pangan Nasional di tahun 2022 ini, setelah Sumatra, Kalimantan,NTT telah ditetapkan sebagai penyangga Pangan sejak tahun 2021 lalu.

Kabupaten Bima menjadi Skala Prioritas bagi Pemerintah Pusat.
Berdasarkan hasil survey, Bappenas, Kementrian Pertanian, ketersediaan lahan untuk pengembangan Jagung di Kabupaten Bima melebihi NTT.
dan Bima memiliki Komoditi nomor satu yakni Bawang merah, Jagung,Padi juga Garam.

Karenanya Jendral (Purn)Muldoko bersama Timnya yang terdiri dari Ir. Arief Budhy Hardono (Staf Khusus KSP), Mustika Muhammad dan Wildansyah (Tenaga Ahli Muda Kedeputian IV), usai turun dari Pesawat langsung menuju Lokasi Pilot Porject Penanaman Shorgum.

Saat ini Presiden Joko Widodo menginginkan Kabupaten Bima, menjadi salah satu daerah penghasil Jagung dan Sorgun, sehingga kedepan Indonesia tidak lagi melakukan Ekspor Sorgun untuk bahan Pembuat Mie.

Kehadiran KSP Muldoko merupakan salah satu ikhtiar menuju ketahanan dan swasembada pangan serta observasi lapangan bersama para pakar.

Saat Bupati Hj.Indah Dhamayanti Putri,SE. menjelaskan Rencana pengembangan Hak Guna Usaha (HGU) komoditi Sorghum di Desa Sampungu, Jendral Muldoko menyimak dengan Saksama.

” Yang menjadi Pilot Project penanaman Sorgum seluas kurang lebih 200 Hektar”, jelas Bupati IDP.

Bupati IDP memaparkan bahwa Desa Sampungu berada pada hamparan seluas 17.000 hektar termasuk lahan pertanian dan pemukiman, di mana sebagian besar merupakan wilayah pegunungan dengan 12 hektar wilayah pemukiman.

Pertanian garapan lahan datar mencakup 2.800 hektar dengan komoditi utama padi dan jagung.

Potensi lahan garapan untuk pengembangan pertanian seluas 2.000 hektar dan sangat memungkinkan untuk pengembangan pertanian sorgum.
Tahap pertama ini seluas 200 hektar melalui pola kemitraan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kabupaten Bima, papar Bupati IDP.

Setelah menyimak pemaparan Bupati, Jenderal Moeldoko yang didampingi Wabup Dahlan M. Noer, Kadis Pertanian dan Perkebunan beserta para pejabat terkait lainnya melakukan peninjauan lapangan lahan yang berada di desa Sampungu.

Malam hari usai Dinner dan Nyanyi bersama Bupati, Walikota, Dandim Bima Letkol TNi Muhammad Zia Ulhaq, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, Ketua PN, Kepala Kejaksaan Negeri Bima, Komandan Brimob, Wakil Bupati Bima,
Kepala KSP Jendral Muldoko mengajak Walikota Bima HM.Lutfi melihat lokasi penanaman Sorgum di Kota Bima, yakni Kelurahan Rite, Lela Mase dan Nungga.

“Mana pak Lutfi tadi, bareng saya saja disini,” sembari mengajak Walikota Bima duduk disampingnya. (Sura)