Umi Ellya ; Perempuan Pelopor Perubahan

Kota Bima, Harian amanat.com,- Perempuan Pelopor Perubahan demikian tulisan dari Spanduk Tim Penggerak PKK Kota Bima, Kamis 28 April 2020 di Paruga Nae.

Bagi saya, tema HKG PKK itu sangat menarik, karena itu ide dari Ketua PKK Kota Bima Hj.Ellya HML.

Kiprah wanita super aktif ini memang mencengangkan, atas sikap kejujurannya dalam bersosialita.

Sebut saja keberaniannya menerjang badai dalam himpitan bullian.
Seperti mengambil ujian di dalam Kota Bima untuk ijazah persamaan.

Mestinya sebagai orang kaya, istri pejabat, Hj Ellya bisa saja melakukannya diluar daerah.
Pribadi yang jujur dan polos membuatnya tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

Konsep hidup yang jelas, berpikir maju dan harus berdaya itulah yang nampak.
“Perempuan sesungguhnya memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berkiprah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ungkap Hj Ellya dalam upaya Empoweringnya kepada Pengurus PKK Kota Bima.

Menurut Umi Ellya, dalam mengejar kemajuan, perempuan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kinerja terbaiknya dalam berbagai bidang.

Oleh karenanya perempuan harus saling mendukung, saatnya perempuan bersatu bersama saling support sehingga menjadi sebuah kekuatan yang energinya sangat kuat dan luar biasa,” dengan kebersamaan lah perubahan itu bisa tercapai”, ujar Umi Ellya.

Wanita yang aktif dalam berbagai organisasi ini.
berkata bahwa melalui organisasi PKK, Majelis Taklim, maka penyelesaian persoalan perempuan sedikit teratasi. perempuan memiliki karakter sabar, tabah, pekerja keras dan kuat.

kelebihan itu yang harus terus dijaga, karena dengan perempuan yang kuat maka rumah tangga pun kuat.

perubahan itu dimulai dari rumah tangga, di dalam sosial kemasyarakatan. Agen Perubahan yang mudah adalah memanfaatkan posyandu menjadi tempat yang strategis untuk perempuan mengisi dan mendapatkan pendidikan.

Untuk menjadi pelopor perubahan, perempuan harus keluar dari stigma negatif, mengubah latar belakang budaya yang tidak sesuai jaman, mengembangkan cara berpikir, kemudian memiliki prinsip bahwa perempuan menjadi berdaya untuk bangsa, keluarga.


” Ketika perempuan berdaya untuk keluarga maka berdaya untuk bangsa.”

Menurut Umi Ellya, walaupun sudah ada emansipasi perempuan terus ada kesetaraan gender, tetapi peran perempuan itu belum mendapatkan pengakuan tanpa membuktikannya.
jadi perempuan, untuk berkembang itu harus mendapatkan pengakuan dengan membuktikan kecakapan dirinya sendiri, berbeda dengan laki-laki yang selalu mendapatkan kepercayaan dari sekitarnya.

kenapa demikian karena kodrat perempuan sebagai ibu dan istri, meski perempuan memiliki potensi sebagai pemimpin atau peran besar lainnya.

perempuan sebagai pelopor perubahan itu bukan hanya berkarir untuk dirinya sendiri, tapi yang paling diapresiasi adalah bagaimana perempuan berdaya menjadi pelopor perubahan di dalam kehidupan rumah tangganya. bagaimana agar anak-anak tidak stunting, kemudian pencegahan perkawinan dini, kemudian anak-anak di era 4.0 tidak hanya main gadget saja, tetapi mampu dikendalikan dengan baik.
sehingga perempuan adalah partner hidup yang membuat suami dan anak-anak menjadi hebat.

Umi Ellya juga mengatakan bahwa, perempuan itu bukan hanya bagaimana berkiprah perempuan sebagai pelopor perubahan, itu bukan semata-mata mampu berdaya di dalam dominasi laki-laki, tetapi perempuan sebagai pelopor perubahan adalah perempuan yang mampu memahami perannya sebagai manusia. Yakni sebagai manusia yang berperan sentral dalam keluarga, perempuan sebagai ibu dan istri tidak hanya menggugat hak atas penghargaan eksistensi, tapi juga mengingatkan dunia bahwa tanpa perempuan yang berpendidikan dan berwawasan baik, peradaban manusia akan rusak karena menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap.

Karenanya lah Hj.Ellya Alwaini Istri walikota HML yang pernah mendapatkan Penghargaan sebagai Perempuan Inspirasi, yang juga Ibu bagi warga masyarakat kota Bima ini berhasrat dan mengajak sesama kaum Perempuan agar harus terus belajar untuk menyiasati dirinya, sehingga mampu membuktikan perannya sebagai Pelopor Perubahan. (Sri Miranti)