Anton ; Kerugian Mencapai Rp 685 M

Bima, harian amanat.com,- Kepala BPBD Kabupaten Bima Aris Munandar ST,MT mengatakan, bencana yang terjadi di Bima itu adalah bencana hidrometeorologi, Abrasi, Longsor dan Banjir Bandang.

Bencana Abrasi terjadi ke kecamatan Wera.
Bencana Longsor terjadi di Parado.
Bencana Banjir Bandang terjadi di 6 kecamatan yakni Monta, Woha, Bolo, Madapangga, Belo dan Palibelo.
Namun yang paling berat terjadi di Monta, Woha,Bolo dan Madapangga.

Menurut Aris atau yang lebih dikenal Anton, kerugian akibat banjir bandang ini mencapai kurang lebih Rp.685 milyar.

BPBD telah memiliki Big Data atas bencana Banjir bandang yang terjadi di Bima.
” Data korban banjir dan kerugiannya sudah by name by addres, “ujarnya kepada Harian amanat.com Kamis 8 April di kantor Bupati Bima.

Dan saat ini BPBD telah memiliki Pusdalops atau Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana, dan Media Centre.

Untuk Media Centre Kominfotik menyediakan WiFi gratis untuk mengakses maupun mengirim informasi, dan bisa digunakan oleh media atau Pers, ungkapnya.

Anton berharap bahwa data maupun rencana program penanggulangan bencana bisa sinkronisasi dan terintegrasi diseluruh OPD, seperti data Dinsos, Pertanian, DLH, PUPR,PERKIM,PDAM,PLN,Dikes, Kecamatan dan sebagainya, karena ini merupakan kerja Tim dan seluruh OPD.

Ia menjelaskan bahwa Tanggap darurat bencana berlaku selama 30 hari.
” Bencana Banjir kita ini besar, hanya soal geografis saja yang membedakan dengan kota, sesungguhnya Bima lebih berat, walaupun tidak melumpuhkan Pemerintahan, tetapi Bima memang tanggap darurat nasional, oleh karenanya ada Posko Induk di Kantor Bupati,” ujarnya (045)