IKAPTK dan PKK Gencarkan “Gebrak” Masker se – NTB

Headline1103 Dilihat

Mataram, Harianamanat.com, – Setelah sebelumnya blusukan ke dusun-dusun yang ada di Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat untuk mengampanyekan Gebrak Masker. Hari ini, Sabtu (15/8), Ketua Umum Tim Penggerak  PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menegaskan siap bersinergi dan “all out” untuk memasifkan Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) di NTB. Termasuk bersinergi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan Bunda Niken, sapaan akrab Ketua TP PKK Provinsi NTB, saat menerima silaturahim rombongan pengurus IKAPTK Provinsi NTB, bertempat di Pendopo Gubernur NTB.

“Alhamdulillah, PKK bisa bersilaturahim dan bersinergi dengan IKAPTK, khususnya untuk sukseskan Gebrak Masker di seluruh NTB” ujar Bunda Niken

IKAPTK sendiri merupakan organisasi yang mewadahi seluruh alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang terdiri dari alumni APDN, STPDN, IIP dan IPDN. Di NTB sendiri, alumni IKAPTK telah menyebar di seluruh level pemerintahan mulai dari Provinsi, kabupaten /kota, kecamatan hingga kelurahan. Untuk itu Bunda Niken yakin betul, sinergi dan kerjasama ini akan sangat besar manfaatnya bagi warga NTB.

“Jumlah penderita Covid-19 makin besar, namun masyarakat kita mulai lalai menggunakan masker. Ini kita lakukan bersama-sama, demi masyarakat NTB” lanjut alumni Universitas Indonesia tersebut.

Direncanakan, pada tanggal 17 Agustus nanti bertepatan dengan HUT Republik Indonesia ke-75, PKK bersama IKAPTK akan mulai menyebar ribuan masker di seluruh kab/kota se- NTB. Sebagai langkah awal, 5000an masker akan disebar di tiga titik di kota Mataram. Dimulai dengan menyebar masker di Kelurahan Sayang-Sayang, dan dilanjutkan di kelurahan Banjar dan Kelurahan Jempong.

“Kita akan” door to door” ke rumah-rumah. Memastikan warga punya masker.

Tidak hanya masker dewasa, juga akan disebar masker untuk anak. Idealnya, masing-masing warga harus punya minimal 4 buah masker” jelas Bunda Niken.

Selanjutnya, Bunda Niken juga menegaskan bahwa PKK mulai dari tingkat nasional hingga ke daerah sangat serius dengan Gebrak Masker ini. Dikatakannya, target PKK dari tingkat nasional adalah menyebar 500 juta masker. “Artinya minimal setengah penduduk Indonesia harus sudah punya masker” harap Bunda Niken

Diakhir pertemuan, Bunda Niken menyatakan harapannya agar kegiatan Gebrak Masker ini dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan, khususnya di masa pandemi ini. “PKK senang sekali, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik” tutupnya.

Senada dengan hal tersebut, Baiq Zuhar Parhi, SH, MH selaku pengurus IKAPTK menyatakan kesiapannya dalam mensukseskan Gebrak Masker di NTB. “Sesuai dengan surat dari Mendagri, IKAPTK di seluruh kab/kota di NTB juga bergerak” tegasnya.

IKAPTK dan Bunda Niken

Sementara itu Anggota IKAPTK lainnya, Puguh Mulawarman meyakinkan bahwa target pembagian masker adalah mereka yang benar-banar membutuhkan, karena pandemi Covid-19 ini diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat.

“IKAPTK dan PKK kita bergerak kesana untuk menyentuh daerah marginal, pesisir dan permukiman padat. Jangankan untuk beli masker, pakai masker saja susah. Kita mendukung pemerintah melawan Covid-19” tutup Puguh. (diskominfotikntb)

Sudah….NTB Gelorakan Semangat Kemerdekaan Melalui Kebanggaan Pada Produk Lokal

Mataram, Harianamanat.com, – Di tengah suasana pandemi Covid-19, upacara bendera Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 oleh Pemprov NTB di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB hari Senin 17 Agustus 2020 tetap berlangsung dengan khidmat. Peserta upacara dan tamu undangan tidak sebanyak perayaan tahun-tahun sebelumnya karena upacara bendera diharuskan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Bertindak selaku Inspektur upacara, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, berdiri dengan gagah mengenakan pakaian adat Samawa. Sementara itu Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang saat itu mengenakan pakaian adat senada dengan Gubernur terlihat sangat anggun.

Berada di baris depan, sisi kanan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah juga tampil sangat elegan dengan mengenakan kebaya dengan warna yang kalem.

Pada perayaan HUT RI kali ini, Pemprov NTB memperkenalkan dan memamerkan produk-produk buatan lokal. Hal itu telah digaungkan oleh Pemprov NTB melalui slogan “Cintai, Beli dan Gunakan Produk Lokal Buatan UMKM NTB”.

Mulai dari alat rapid test Covid-19 yang bernama RI-GHA, motor listrik “Lingsar”, sepeda listrik “Le-Bui”, motor listrik “NgebUTS”, hingga sepeda listrik “Matric-B” (Mbojo Electric-Bicycle) berjejer rapi di lapangan kantor Gubernur.

“Ternyata,  para pengajar  dan  murid  SMK  kita  di  NTB  juga  bisa memproduksi motor listrik. Misalnya, SMKN 1 Lingsar dengan motor listrik “Lingsar”. Ada pula yang kini mengkreasikan sepeda listrik “Le-Bui” dan telah memasarkannya hingga ke luar negeri. Sementara di Sumbawa, para cendekiawan di UTS juga mengembangkan motor listrik “NgebUTS,” ujar Gubernur saat memberikan sambutan pada apel bendera peringatan HUT RI tersebut.

Tidak hanya itu, IKM NTB juga tidak mau ketinggalan menggelorakan semangat kemerdekaan melalui mesin–mesin karyanya sendiri. Sebanayak 500 unit mesin dan non mesin produk UKM NTB, di bawah binaan STIPark NTB dan saat ini IKM sedang meneruskan pabrikasi mesin sejumlah 2.130 unit yang akan ditampilkan pada HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang.

“Semua capaian itu menjadi bukti bahwa dari Sape di ujung timur sampai Ampenan di ujung barat NTB, begitu banyak potensi anak-anak NTB yang terserak. Selama ini, potensi itu terpendam dan tidak pernah dimanfaatkan untuk membangun industri kita,” ujar bangga Gubernur.

Maka di tengah momentum Kemerdekaan RI ini, lanjut Gubernur, kita mulai menyaksikan awal bangkitnya industri di NTB. “Dulu,  para  pejuang  di  bumi  pertiwi  telah  memiliki  slogan  yang sangat tersohor, yaitu pekikan Merdeka atau Mati!. Hari ini, tanpa bermaksud melebih-lebihkan, tidak ada salahnya kita menyemangati diri dengan slogan, Industri atau Mati!,” ucap Gubernur penuh semangat.

Slogan tersebut tidak serta merta dimaknai secara harfiah, yang mana kita tidak perlu berkorban nyawa demi membangun industri di NTB, akan tetapi dengan tekad yang kuat untuk mencoba dan keberanian untuk siap gagal dan bangkit kembali.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan ruang yang lebih besar lagi, bagi kreativitas anak-anak NTB, untuk membangun dan mengembangkan industri apapun.

“Membuka ruang kreativitas ini tentu saja membutuhkan ongkos. Ada ongkos untuk beban produksi, ada ongkos untuk pembelajaran dan potensi kegagalan. Semua itu harus siap kita tanggung. Semua itu harus kita maknai sebagai sesuatu yang wajar dalam upaya untuk menjadikan NTB sebagai daerah industri yang berhasil,” tuturnya.

Hal itu juga dirasakan Pemprov NTB, saat memberanikan diri untuk mencoba sesuatu yang baru, yakni bereksperimen pada program JPS Gemilang. Sebuah program penyaluran paket bantuan sosial yang menggunakan produk-produk UMKM dan industri kecil dan menengah lokal.

“Kita memilih untuk memasukkan komoditas hasil produksi UMKM dan IKM asli NTB. Produk-produk hasil kreasi UMKM dan IKM NTB ini tentu saja banyak kekurangannya. Kualitas dan harganya mungkin kalah bersaing dengan produk serupa yang dibuat oleh industri nasional yang telah mapan,” ungkap Gubernur.

Langkah berani yang juga sebuah stimulus ekonomi tersebut membuahkan hasil yang baik. Berkat langkah tersebut banyak sekali pelaku UMKM dan IKM yang terbantu, sehingga di masa pandemi ini, beban di punggung mereka dapat sedikit terringankan berkat JPS Gemilang.

“Tapi, ada satu hal yang paling penting dari JPS Gemilang yaitu, tumbuhnya optimisme dan kepercayaan diri para pelaku UMKM dan IKM kita. Optimisme ini, kepercayaan diri ini, sungguh tidak ternilai dengan uang,” ungkap Gubernur.

Baru-baru ini, program JPS Gemilang telah menginspirasi banyak daerah dan bahkan mendapatkan apresiasi dari Presiden R.I Joko Widodo. Hal itu merupakan sebuah bonus lebih yang didapatkan oleh Pemerintah NTB.

Setelah upacara berakhir, Gubernur didampingi istri, beserta Wakil Gubernur, mengajak tamu undangan untuk berkeliling memperkenalkan produk-produk lokal yang dipamerkan, bahkan secara langsung mencoba beberapa motor listrik dan sepeda listrik tersebut.(Humas NTB)

Komentar