Bima,Harian amanat.com,- Ciri seorang Pemimpin yang Baik itu sudah ada dalam Pemerintahan IDP-Dahlan, terbukti setiap kritikan, ujaran kebencian, lontaran makian melalui Media Sosial ataupun saat Orasi Demonstrasi yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Bima, diladeni IDP-DAHLAN dengan diam, tenang, Musyawarah dan diskusi tanpa emosi, tanpa ada yang sakiti.
“barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam,” itu yang selalu IDP lakukan disaat mendapatkan lontaran kritikan, Tulis DR.H. Arsyad Gani Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram ini kepada Harianamanat.com.
Ciri lain dari IDP sebagai Pemimpin yang baik adalah tetap mengedepankan musyawarah, Mufakat, soliditas dalam menyelesaikan berbagai persoalan. “ IDP tahu apa yang menjadi kewenangannya dan apa yang bukan, seperti saat konflik, atau saat terjadi pertikaian antara kampung, IDP-DAHLAN menyerahkan segala sesuatu persoalan keamanan daerah kepada TNI-POLRI . walaupun IDP-DAHLAN tetap mendampingi Kapolres dan Dandim, itu artinya IDP-DAHLAN mengedepankan persatuan, hubungan kerja yang baik antara Stakeholder. Karena jika IDP-DAHLAN merasa memiliki Kekuasaan maka POL PP yang akan dikedepankan, tetapi IDP-DAHLAN turun beserta dengan TNI-POLRI.
Dalam kepemimpinannya IDP telah berhasil menjadi simbul yang mewakili Pemimpin Perempuan.
Sikapnya dengan kelembutannya dan keanggunan yang ada dalam dirinya mampu mempengaruhi emosinya, sehingga setiap saat berhadapan dengan konflik yang nampak hanya kelembutannya.
IDP perempuan sekaligus Pemimpin yang Tangguh, terbukti sebagai seorang Ibu Rumah Tangga, tetapi mampu menumbangkan Lawan Politik yang berpengalaman dalam Pemerintahan. Mampu Memimpin Sidang di DPRD Kabupaten Bima saat menjadi Wakil Ketua DPRD Itulah yang melengkapinya sehingga terlihat elegan. “ andai tidak cerdas, tidak akan mampu memimpin sidang dan diskusi, sehingga segala topik diskusi dan program pemerintahan yang diajukan oleh OPDnya, dia cermati, dan itu yang disosialisasikannya, yang diungkapkannya saat berpidato, ‘’ ujarnya.
Menurut Rektor UMM ini, bahwa dalam era pemilihan langsung ini masyarakat akan menilai pemimpin bukan hanya dari kecapakan keilmuan saja, tetapi yang utama adalah kecakapan dan kemampuan memenej diri. “ Kepribadian yang baik, ramah, sopan, santun, lembut dan suka memberi sedekah atau hadiah,” itulah yang akan cepat popular dan digandrungi pemilih.
Dan IDP itu dalam mengelola diri maupun pemerintahannya dengan kepekaan emosional dan sosialnya. “ yang terbangun itu adalah rasa kemanusiaannya, terungkap baik verbal maupun non verbal dan sangat komitmen, nampak pada ketahanan mentalnya.”
Dan itu yang membuatnya IDP terlihat dan nampak lebih unggul secara personal. Dan rakyat Bima pada umumnya tidak melihat sosok Pemimpin itu atas Pencapaian angka-angka, tetapi yang nampak oleh kasat mata, “ Ratu Adil, Pemimpin yang dekat dengan rakyat “. Ujarnya.
“ saya hanya punya kalimat ini untuk IDP-DAHLAN….2015 IDP seorang IRT…mampu menumbangkan kekuatan Raksasa…..sekarang IDP Bupati….menguasai instrument Negara….pendekatannya dengan tatakrama yang lembut dan bersahaja…tidak pernah mau menyinggung kekurangan orang lain, baik lawan politik maupun anggota legislative….tidak pernah membicarakan hal buruk tentang bawahannya…. Banyak Prestasi yang cukup baik dan dibuktikan dengan banyaknya penghargaan…..itulah yang membuatnya mendapatkan banyak simpati dan kecintaan dari rakyat Bima…” ujarnya.
Dan Rektor UMM asal Sila Bolo ini berharap agar kedepannya IDP-DAHLAN bisa bekerja sama dengan Akademisi PTN-PTS dalam merancang program pembangunan lima tahun mendatang, atau menambah program baru dalam visi misi BIMA RAMAH. ( Sri Miranti )