Mentan RI; Pertanian Adalah Kekuatan Ekonomi Bangsa

Bima, Harian amanat, 29-Mei. Mentri Pertanian, H. Syahrul Yasin Limpo( SYL ) mengaku bahwa kehadirannya di Bima-Dompu atas undangan dua orang anggota DPR RI NTB 1, yakni H. Syafruddin dari PAN dan H.Johan Rosihan dari PKS.

“pak rudi dan pak johan ini terus mendesak saya, agar saya harus datang ke Pulau Sumbawa, melihat hasil pertanian, utamanya komoditi Bawang Merah.” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

SYL mengatakan bahwa ditengah pandemi ini, hanya Pertanianlah satu-satunya penyangga hidup bangsa ini. Pertanian menjanjikan rakyat tidak miskin, pertanian menjanjikan kehidupan yang lebih baik,  kalo mau jadi kaya, seriusi mengelola lahan petaniannya, maka pasti kaya.

Mentan ini juga berharap, agar masyarakat mampu memanfaatkan alam ini dengan baik, “ dihalaman rumah itu ada sumber kehidupan, alam dan isinya ini saling bergantung, pertanian adalah kekuatan Ekonomi bangsa ini, pertanian akan membuat daerah baik, karenanya memperbaiki pertanian adalah tugas kita semua , ujarnya.

Namun pertanian tidak akan baik, jika fasilitas penunjangnya tidak ada, oleh karenanya dia berjanji, akan memberi bantuan kepada Pemkab Bima, yakni Pembuatan Dam Keli, memperbanyak traktor, memberikan bibit. Agar Pertanian Bima bisa lebih maju .  “  saya berharap agar Bupati Bima menambah lahan petani bawang, kalo bisa, tanam bawang itu tidak hanya 1000 hektar, usahakan sampai 7.000 hektar untuk bawang merah,”ujarnya.

Mentri Pertanian ini berulang-ulang menyampaikan bahwa satu-satunya bisnis, usaha yang bertahan ditengah  pandemi ini hanya pertanian, penyangga perekonomian Negara kita saat ini hanya  pertanian, bisnis yang menjanjikan hingga dua tahun kedepan yang tidak ada pantang surutnya hanya pertanian, jadi  persiapkan dari sekarang ini, “kalo dikasih  amanah ..bertanggung jawablah….jadi berjanjilah….bahwa harus bertanggung  jawab atas tugas  ini, “ ujarnya.

Menurutnya, Bima merupakan daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia, kwalitas bawang merah Bima itu adalah kwalitas ekspor, “salah satu cara untuk mengimbangi import bawang putih,maka Indonesia harus memperkuat kwalitas Bawang Merahnya,”tuturnya.

Sementara itu H. Johan Rosihan anggota Komisi IV DPR RI,   meminta agar pemeritah segera memprioritaskan anggaran  untuk ketahanan pangan. Saat pandemi ini, anggaran itu untuk menjaga nilai produktifitas pangan dalam negeri,  dan ketersediaan kebutuhan pokok, serta memperkuat pasokan dan distribusi pangan yang merata ke seluruh Indonesia.

Dan Johan kepada amanat  memaparkan bahwa,   Presiden dalam virtualnya  tadi di ruangan Bupati Bima,  menyampaikan akan memperhatikan Petani dan Nelayan dengan Program JPS untuk petani dan nelayan, “nah ini harus ada koordinasi yang efektif antar kementrian. Karna ada 2, 76 juta petani di indonesai dan 1 juta  nelayan, jadi ini harus  benar-benar diperhatikan, petani dan nelayan harus masuk dalam data  base penerima JPS tersebut,” ujarnya kemarin kepada amanat di Bandara Sultan Salahuddin Bima, usai mengantar Mentri SYL yang akan melanjutkan kunker ke NTT. ( 045 )

——-agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku ( Muhammad ) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-NYA…QS. HUD.Surah ke 11 ayat 2—–