Wamendagri: Strategi Gubernur NTB Patut Menjadi Inspirasi Gubernur Se-Indonesia

Berita, Nasional130 Dilihat

harianamanat

Lombok Barat – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai strategi kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, patut menjadi inspirasi bagi gubernur di seluruh Indonesia. Di hadapan para kepala daerah yang mengikuti Rapat Kerja dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Aruna Senggigi, Kamis (16/7), Bima bahkan meminta Gubernur NTB membagikan strategi yang berhasil mendorong capaian daerah kepada provinsi lain.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengungkapkan bahwa Gubernur NTB memiliki kemampuan membangun komunikasi dan negosiasi yang baik dengan pemerintah pusat. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah dan patut dipelajari oleh kepala daerah lainnya.

“Pak Gubernur NTB, mungkin karena pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki, punya kemampuan negosiasi yang hebat. Meskipun NTB memiliki sejumlah kendala, tetapi sepertinya sangat mudah mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan bisa ditularkan kepada yang lain,” ujar Bima di hadapan para gubernur dan wakil gubernur se-Indonesia.

Menurut Bima, keberhasilan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan pemimpinnya membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

Wamendagri juga memberikan apresiasi terhadap capaian ekonomi NTB yang kini menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tantangannya adalah bagaimana hasil dari industri ekstraktif ini bisa menetes ke masyarakat bawah. Itu yang menjadi persoalan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong seluruh kepala daerah memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai strategi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kepala daerah tidak cukup hanya mampu mengelola pemerintahan, tetapi juga harus memahami faktor-faktor utama yang mampu menggerakkan investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Bima Arya, forum APPSI menjadi ruang yang tepat bagi para gubernur untuk saling berbagi pengalaman dan praktik-praktik terbaik. Karena itu, pengalaman NTB dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat serta mendorong percepatan pembangunan dinilai layak menjadi referensi bagi daerah lain.

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan terima kasih atas kepercayaan APPSI yang telah memilih Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah Rapat Kerja dan Munaslub APPSI Tahun 2026.

Dengan suasana yang hangat, Gubernur juga berkelakar bahwa dirinya “meminjam” angin musim dingin dari Australia agar seluruh tamu dapat menikmati suasana Pulau Lombok yang lebih sejuk dan nyaman selama berada di NTB.

“Biasanya panas, sekarang sudah dingin. Jadi sangat nyaman bagi Anda semua untuk berbelanja dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya disambut tawa para peserta.

Penyelenggaraan Rapat Kerja dan Munaslub APPSI 2026 di Nusa Tenggara Barat tidak hanya menjadi forum strategis para gubernur untuk merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi investasi, pariwisata, serta produk unggulan daerah kepada para pemimpin provinsi dari seluruh Indonesia. Di sisi lain, apresiasi Wakil Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur NTB menjadi pengakuan bahwa kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, komunikasi, dan inovasi merupakan salah satu kunci penting dalam mempercepat pembangunan daerah serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.(Diska)