Airmata Penjaga Sekolah Usai Terima Hadiah Umroh Gratis

Daerah, Headline540 Dilihat

harianamanat

Mataram,- Pria Paruh baya itu tak kuasa menyembunyikan keharuannya.
Usai namanya disebut sebagai salah seorang yang menerima hadiah Umroh Gratis.

Seakan tidak percaya Pria bernama Munahir itu gemetar saat menerima SK Pengangkatannya sebagai Tenaga PPPK Paruh Waktu sekaligus mendapat kesempatan umroh.

Ia memeluk Gubernur Lalu Muhammad Iqbal yang berdiri dihadapannya.
Ia terus memandangi wajah Gubernur dengan mimik tanda tanya, berkali -kali matanya menatap kearah Gubernur sembari berjabat tangan.
Entah Apa yang ada dalam pikirannya, hanya pelukan erat dan sedu sedan yang terlihat.

Tubuh mungilnya memeluk erat Gubernur Iqbal dan disambut hangat oleh Gubernur dengan pelukan hangat pula.

Tangan Munahir menengadah berucap syukur atas pemberian umroh gratis dari Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.

” Trimakasih pak Gubernur,…trimakasih ” suaranya tercekat oleh Isak tangis.
Munahir duduk bersujud mengucapkan syukur tiada henti kepada Allah atas kebaikan hati seorang Pemimpin yang memberinya kesempatan untuk berkunjung kerumah Allah Makkah Al Munawarah.

Tidak hanya Munahir yang terharu, para tenaga PPPK Paruh waktu yang baru diambil sumpahnya itupun ikut terharu dan meneteskan airmata melihat Munahir duduk bersujud.

Gubernur Iqbal dan Wakil Gubernur Indah pun terlihat meneteskan airmata haru.
Gubernur Iqbal yang tengah memberi ucapan selamat kepada para Lulusan PPPK PW itu pun menghampiri Munahir yang berada diantara barisan para peserta.

Kali ini Gubernur Iqbal yang tiada kuasa menahan haru, pelukan Munahir yang kuat membuat Gubernur Iqbal turu meneteskan air mata haru.

Munahir ayah empat orang anak itu tiada hentinya berucap syukur menerima hadiah istimewa sebuah perjalanan spiritual.
Munahir Laki-Laki berusia 56 tahun yang mengabdikan dirinya sebagai Tenaga Keamanan di sebuah sekolah SMKN.

Pengabdiannya selama 36 tahun sebagai tenaga keamanan benar-benar diapresiasi.

Ia kini diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Surat Keputusan (SK) itu diterima dalam sebuah acara dihalaman Kantor Gubernur NTB, Selasa 23 Desember 2025.

“Saya hari ini sangat bahagia dan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak. Karena akhirnya saya dapat SK PPPK PW, namun yang tiada saya sangka, saya dapat hadiah umroh, Yaa Rabbana, Trimakasih untuk Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur,” kata Munahir .

Pak Nahe begitu ia karib disapa yang kini berusia 56 tahun ini hanya punya waktu empat tahun lagi sebelum memasuki masa pensiun di usia 60 tahun.

Meski demikian, ia menegaskan akan terus mengabdi sebagai tenaga keamanan secara maksimal.

Pak Munahir asal dari Desa Kareke Kabupaten Dompu, ini mengaku menjadi tenaga keamanan sangat berat.Terutama saat dimalam hari.
Ia harus memastikan bahwa kondisi sekolah aman baru bisa tidur.

Sejak awal menjadi tenaga keamanan di SMKN I Dompu 36 tahun yang lalu, ia rela tidak menerima upah. asal bisa bekerja baginya sudah cukup.
Sempat terlintas di pikirannya untuk berhenti karena anaknya semakin banyak, tetapi karena kebaikan kepala sekolah untuk bisa tinggal di sekolah, dirinya urung berhenti.

Ia juga tidak menyangka akan diangkat sebagai tenaga Paruh waktu, mengingat hanya sebagai tenaga keamanan sekolah.

“tidak pernah bermimpi untuk diangkat menjadi ASN, diberi kepercayaan untuk penjaga sekolah itu lebih dari cukup.
Alhamdulillah ada peraturan, bahwa kami tenaga penjaga sekolah bisa diangkat menjadi PPPK walaupun paruh waktu.”ujarnya

Munahir tak sendirian. Hari ini , ada 9.411 orang yang menerima SK PPPK Paruh Waktu dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Lalu Muhammad Iqbal.

Penulis /Editor : Sri Miranti
Foto : Diskominfotik