MotoGP Mandalika 2026 Pecah Rekor Penonton, Gubernur Iqbal: NTB Makin Mendunia

Berita, Olahraga72 Dilihat

harianamanat

LOMBOK TENGAH — MotoGP Mandalika 2026 berakhir dengan sederet cerita istimewa. Rekor penonton pecah dengan kehadiran 157.875 orang selama tiga hari penyelenggaraan. Marc Marquez akhirnya berhasil menyelesaikan balapan utama untuk pertama kalinya di Mandalika setelah empat edisi sebelumnya selalu gagal.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut capaian tersebut sebagai momentum penting bagi NTB untuk terus memperkuat posisinya sebagai tuan rumah ajang internasional. Menurut dia, keberhasilan MotoGP tidak hanya terlihat dari persaingan para pembalap di lintasan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat lokal menyelenggarakan event berstandar dunia.

Antusiasme penonton menjadi salah satu catatan terbesar tahun ini. Sepanjang 9–11 Oktober 2026, MotoGP Mandalika mencatat 157.875 penonton, meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 140.324 orang. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sejak MotoGP pertama kali digelar di Mandalika pada 2022.

Kemeriahan semakin terasa dengan keberhasilan Marc Marquez menuntaskan balapan utama pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pembalap Ducati Lenovo Team itu finis di posisi keenam setelah sebelumnya memenangi sprint race pada Sabtu. Hasil tersebut mengakhiri rangkaian kegagalannya menyelesaikan balapan utama di Mandalika sejak 2022.

Keberhasilan Marquez tak bisa dilepaskan dari sembeq, tradisi doa masyarakat Sasak, yang diberikan Lalu Iqbal kepada pembalap Spanyol itu dalam rangkaian parade MotoGP di Mataram, Rabu, 7 Oktober 2026. “Marc Marquez, saya doakan kamu. Ini tanggal ganjil, insyaallah kamu bisa melewati tikungan-tikungan itu dengan lancar. Sudah saya sembeq,” kata Iqbal saat itu.

Di luar lintasan, penyelenggaraan MotoGP tahun ini juga memperlihatkan semakin besarnya peran masyarakat NTB. Seluruh marshal dan volunteer yang bertugas berasal dari tenaga lokal. Kehadiran ratusan UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di NTB juga menambah dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP.

Sepanjang penyelenggaraan MotoGP pada 9–11 Oktober 2026 saja, okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen. Tingginya permintaan juga meluas hingga Mataram dan Senggigi, dua kawasan utama penyangga aktivitas pariwisata di Lombok.

Lalu Iqbal menekankan bahwa besarnya aktivitas pariwisata selama MotoGP harus memberikan dampak ekonomi pada masyarakat lokal. Antara lain pada UMKM, nelayan, tenaga kerja lokal, serta industri pendukung pariwisata. Bahkan, kebutuhan komoditas perikanan dari sejumlah hotel meningkat 10 kali lipat dari hari-hari biasanya. Dari sekitar 50 kilogram menjadi 500 hingga 600 kilogram per pesanan per hotel setiap hari.

Lobster yang sebelumnya dominan dikirim ke Jakarta juga mulai terserap oleh kebutuhan hotel di Senggigi dan Lombok Tengah. “Sejak seminggu terakhir kami bahkan tidak mengirim lobster ke Jakarta. Semuanya untuk pasar lokal,” kata Ketua Umum Serikat Nelayan Independen NTB Hasan Saipul Rizal.

Lalu Iqbal mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas manfaat ekonomi dari ajang internasional. MotoGP tidak bisa hanya bertumpu pada tiga hari penyelenggaraan. Aktivitas pra-event dan post-event juga harus dikembangkan agar dampak ekonominya berlangsung lebih panjang. Tujuannya, MotoGP menjadi penggerak ekosistem pariwisata NTB sepanjang tahun.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras. MotoGP bukan hanya keberhasilan penyelenggara, tetapi juga kebanggaan masyarakat NTB. Kita telah membuktikan bahwa orang-orang NTB bukan hanya mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu bekerja dengan standar dunia,” katanya.