Kadis Pariwisata NTB Harap ITDC evaluasi Menajemen Akomodasi saat WSBK dan MotoGP

harian amanat.com

Mataram,- November 2022 mendatang, ITDC dan MGPA akan mengadakan event Word Super Bike (WSBK) di Sirkuit Mandalika Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi berharap agar pihak ITDC mengevaluasi menajemen akomodasi untuk perhotelan bisa di bicarakan lebih awal.
Ia berharap harga sewa kamar hotel tidak meningkat drastis seperti penyelenggaraan WSBK dan MotoGP di tahun 2021 lalu.

Ia mengatakan bahwa Mandalika adalah harapan untuk jadi ikon fase baru yakni sport.
dan memanfaatkan hal tersebut, sehingga banyak hotel yang melonjak harganya ketika event-event ini berlangsung.

“yang menjadi isu utamanya adalah akomodasi khususnya hotel, kita sarankan jajaran direksi dapat berkomunikasi dengan industri pariwisata dan pihak hotel supaya dapat menekan harga hotel”, jelasnya usai bertemu pihak ITDC Rabu 7 September 2022 di ruang rapat Kantor Gubernur NTB.

Ia menjelaskan bahwa Pemprov sangat memberikan atensi kepada Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk lebih fokus pada perhelatan tersebut.

Bahwa Pemprov yakni Gubernur NTB ingin acara tersebut sukses, media coverage nya bagus, Gubernur berharap pihak ITDC untuk fokus aja disitu.

Menurut Bang Yusron sapaan akrab KadisPar NTB ini, sebagai penyelenggara WSBK, perusahaan asuhan BUMN ini kurang terlihat hasilnya me-manage kegiatan World Superbike (WSBK). Harapannya WSBK tahun ini bisa lebih ramai dan meriah dari tahun kemarin.

Pemerintah NTB dan Masyarakat NTB ingin sesuatu yang direspon masyarakat dengan baik, penonton ramai, bukan hanya sekedar laporan bisnis dan keuangan tapi ada intrinsic value nya juga.

Menanggapi hal tersebut, Ari Respati, Direktur Utama ITDC yang baru, menjelaskan bahwa ketika dia menerima proyek WSBK ini sudah berjalan 90% maka pembenahan SDM saat ini otomatis akan berimpact pada evaluasi struktur dan postur tubuh dari perusahaan.

Kemudian Ari juga menambahkan bahwa antara ITDC dan MGPA (Mandalika Grand Prix Associaton) ada internal diskusi yang baru selesai sehingga berdampak kemana-mana. Terlepas dari luka finansial yang lama, tetap target untuk WSBK sukses tidak bisa ditawar.(Nina/Opik)