Laskar si Cabe Rawit dari Lelamase

harianamamat.com

KOTA BIMA,- ” Langkah tegap maju jalan,” suara komandan regu, dan pluit pun ditiupkannya.

Berseragam Pramuka lengkap. topi, kacu, baret, selempang,baju Pramuka, kaos kaki hitam, sepatu pantofel hitam.

Semarak bunyi tapak sepatu, trap…trap…trap…penuh semangat.

Tidak terkecuali dengan seorang gadis kecil yang berada di posisi paling belakang.

Langkahnya enteng, tenang, wajahnya dihiasi senyuman, dan tubuh mungilnya itu nampak berbeda diantara kawan regunya, terlihat unik.

Laskar Lida Putri itulah namanya, siswa kelas 1 SMPN 35 Lela Mase Kota Bima.

Si kecil cabe rawit, seru penonton, melihat Laskar yang memukau.

Aba-aba sang komandan regu ” Perhatian Variasi satu, grak, ” sreset..set..set…mereka melakukan atraksi seperti cara-cara Pemeriksaan.

Konsentrasinya dan tangkas itulah yang nampak dari tubuh mungil Laskar.

Kerja keras dan tekun belajar itulah motto dari anak petani ini.

Laskar mengaku baru kali ini ikut lomba gerak jalan.

Setiap hari usai sekolah, dia dan teman-temannya latihan gerak jalan indah.

Guru Olah Raga pelatih mereka.
awalnya Laskar hanya sebagai cadangan.
Karena tingginya yang kurang 5 cm dari rekan yang lain.

Posisi cadangan tidak membuatnya malas untuk latihan.
terbukti dialah yang akhirnya ikut regu inti.

Laskar, putri kedua dari tiga bersaudara.
ayah dan Ibunya Petani di Kelurahan Lela Mase Kecamatan Rasanae Timur.

Laskar adalah bintang kelas, juara pertama tidak pernah lepas dari tangannya, sejak di bangku Sekolah Dasar.

Mata Pelajaran Matematika sangat disukainya, terbukti, dirinya sempat diutus Sekolahnya untuk Lomba Olimpiade Saint Nasional, untuk Mapel Matematika.

Laskar Lida Perkasa bercita-cita menjadi Guru Matematika.

Tubuhnya yang mungil dibalut rasa percaya diri yang tinggi, membuatnya yakin bahwa segala yang dilakukan dengan tekun akan berbuah manis.

Gadis manis ini punya segudang ketrampilan.
Jarinya yang mungil sudah menghasilkan 10 kain tenunan.

” jika tidak ada kegiatan ekstra kurikuler seperti Pramuka, saya menenun bantu ibu saya yang harus menemani Bapak ke tegalan,”pungkas gadis berkulit sawo matang ini. (Sura)