Doro Belo Saksi Sejarah Polres Bima

harianamanat.com.

KABUPATEN BIMA,- Doro Belo menjadi saksi perayaan HUT RI ke-77.

Diatas bukit Doro Belo, kita bisa melihat ratusan tambak garam dan tambak bandeng rakyat di Teluk Bima, yang mengitari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin.

di Bukit Doro Belo pun kita bisa melihat Taman Makam Pahlawan, dimana salah satu Makam disana adalah seorang pejuang Bima, yang ingin Bima terus merdeka dari pendudukan Jepang setelah Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, yang saat itu Jepang menginginkan Pulau Sumbawa masuk dalam Kawasan Hindia Timur.
di Taman Makam Pahlawan itulah Abdullah Abbas di Makam kan dengan Pejuang lainnya.

Dan Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko,S.IK.M.H, dengan semangat patriotismenya sebagai seorang Perwira membentangkan Sangsaka Merah Putih.

Kapolres Bima mengambil Kawasan Bukit Doro Belo bukanlah sebuah kebetulan semata.
Tetapi historinya pun tentu menjadi sebuah pemikirannya.

” Banyak sejarah Bukit Doro Belo ini,dimana pertamakali Pancangan Jalur Komunikasi Udara dipancangkan.
di Bukit Doro Belo inikah komunikasi Bima dari Udara bisa diketahui Dunia, Bima lah yang pertama memiliki alat komunikasi Udara untuk Penerbangan di Pulau Sumbawa ini.

Dan saat ini Polres Bima yang pertama menghamparkan Merah Putih di Bukit bersejarah ini,” ujar Kapolres yang humble ini.

Kapolres Heru Sasongko sendiri memimpin pengibaran ratusan Bendera Merah Putih, di Minggu pagi 14 Agustus itu.

Selain ratusan Bendera Merah Putih, ada 3 Sang Merah Putih ukuran besar, yang dibentangkan di lereng Bukit Doro Belo.

Personil Polres Bima ini membentuk formasi HUT RI Ke 77.

Sebelum Prosesi pengibaran Sang Merah Putih, diawali lintas puncak sekitar 200 meter yang dipimpin Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko SIK.

Dengan Penuh hikmat Kapolres Heru beserta Ratusan Pasukannya, dalam hening dan sepi menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
tak ayal, tetesan air mata haru bergulir di pipi Abdi Negara ini.

Tak terasa saling berpelukan atas keharuan terurai usai Pengibaran Sang Merah Putih.

terlihat KapolresHeru Sasongko, tak mampu membendung rasa haru juga semangat tinggi, sebagai wujud rasa cinta dan Bhakti pada Bangsa dan Negara.

HUT ke- 77 Republik Indonesia menjadi tonggak, mommentum dan renungan bersama, bahwa negeri ini butuh semangat dan kecintaan kita sebagai generasi bangsa, untuk terus bersama membangun Bangsa.(Ranti/Adib)