Cetak Wartawan Berintegritas, PWI NTB Buka Kegiatan OKK dan UKW 2026

Berita, Uncategorized215 Dilihat

harianamanat

Mataram — Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/09/2026).

Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen Terhadap Etika Jurnalistik Melalui Penguatan Organisasi PWI”, pembukaan acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PWI Pusat, pengurus PWI NTB, pimpinan media, serta ratusan insan pers se-NTB.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin menyampaikan bahwa kegiatan OKK kali ini diikuti oleh 120 wartawan dari 10 kabupaten/kota di NTB. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dan pembatasan kapasitas dari total hampir 200 pendaftar. Sementara itu, untuk agenda UKW yang digelar pada 11–12 September, diikuti oleh 54 peserta.

“UKW kali ini diikuti 54 peserta yang terbagi dalam tiga tingkatan, yakni 18 peserta jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama. Ini merupakan ujian pemetaan untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, dan perilaku di lapangan,” ujar Ikliluddin.

Dalam kesempatan itu, Ikliluddin juga mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa bagi jurnalis yang sempat dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau agar segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat, Joko Tetuko mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta di NTB. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan OKK merupakan amanat PD/PRT hasil Kongres PWI serta Peraturan Organisasi (PO) terbaru. Pemahaman terhadap 13 materi dasar keorganisasian dan kewartawanan, termasuk UU Pers, KEJ, hingga Sistem Peradilan Pidana Anak, menjadi fondasi mutlak sebelum wartawan terjun meliput di lapangan.

“OKK ini adalah penguatan organisasi sekaligus fondasi bagi anggota. Tempat acara di Bank NTB Syariah ini sangat representatif dan pelaksanaan di NTB ini menjadi salah satu yang terbesar serta terbaik,” kata Joko bangga.

Ia menambahkan, pers yang kompeten akan melahirkan jembatan informasi yang kuat dan terpercaya antara masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan OKK dan UKW PWI NTB ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik.
Mengutip pesan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Ahsanul Khalik menekankan bahwa uji kompetensi bukan sekadar menguji kemampuan menulis berita, melainkan menguji tanggung jawab moral dalam menggunakan kata demi menghadirkan kebenaran.

“Menjadi wartawan bukan hanya soal kecepatan menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta,” tegas Ahsanul Khalik.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi NTB sangat terbuka terhadap kritik dari media, selama kritik tersebut berbasis data dan bertujuan untuk perbaikan pelayanan publik.

“Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Pemprov NTB dan pers adalah dua pilar yang harus bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Bung AK tersebut.

Rangkaian kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh Pemprov NTB, Bank NTB Syariah, DPRD NTB, Pertamina, serta berbagai pihak sponsor pendukung lainnya. (*)