Wali Kota Bima Apresiasi Lomba Konten Narasi Positif, Dorong Generasi Muda Rawat Toleransi dan Harmoni Sosial

Daerah, Pendidikan241 Dilihat

harianamanat

KOTA BIMA – Dunia digital bukan sekadar ruang untuk berbagi informasi dan mengejar popularitas. Lebih dari itu, dunia maya juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, merawat kebersamaan, serta membangun kehidupan masyarakat yang beradab dan berbudaya.

Pesan inilah yang mengemuka dalam apresiasi Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, terhadap penyelenggaraan Lomba Konten Narasi Positif bertema “Konten Narasi Positif dalam Bingkai Toleransi dan Harmoni Sosial” yang digagas oleh Habibie Centre dan Nusa Tenggara Centre.

Apresiasi tersebut disampaikan melalui sambutan Wali Kota Bima yang dibacakan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bima.

“Kami memberikan apresiasi kepada Habibie Centre dan Nusa Tenggara Centre yang telah menyelenggarakan lomba ini,” demikian petikan sambutan Wali Kota Bima.

Menurut Pemerintah Kota Bima, lomba ini menjadi ruang kreatif bagi pelajar dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan pesan-pesan positif melalui media digital. Sekaligus, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa setiap narasi yang disebarkan di dunia maya memiliki dampak terhadap kehidupan sosial di dunia nyata.

Di era ketika masyarakat semakin akrab dengan media digital sebagai sarana interaksi, kehadiran konten yang membangun optimisme dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan menjadi semakin penting.

Sebaliknya, narasi negatif yang memprovokasi kebencian dan permusuhan berpotensi memicu konflik, bahkan kekerasan dalam kehidupan nyata.

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi. Mereka juga perlu memiliki kemampuan memilih, menyaring, dan memproduksi narasi yang positif serta menawarkan perspektif alternatif yang mencerahkan.

Toleransi Bukan Sekadar Hidup Berdampingan

Dalam pandangan Pemerintah Kota Bima, toleransi bukan hanya tentang hidup bersama di tengah perbedaan. Lebih dari itu, toleransi merupakan sikap yang menjaga kebersamaan, memperkuat kesetiakawanan sosial, dan memastikan perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh.

Kemampuan merawat perbedaan inilah yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Sebab, harmoni sosial merupakan modal bersama untuk menciptakan masyarakat yang damai sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pemerintah Kota Bima pun berharap generasi muda mampu menghadirkan kreativitas di ruang digital dengan tetap mengedepankan kebijaksanaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama.

Bukan Sekadar Mengejar Jempol

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga merupakan bagian dari 20 Role Model KOHESI Kota Bima, Andika Husain, menjelaskan bahwa lomba ini lahir dari semangat para Role Model yang mendapatkan pelatihan dari NC dan THC.

Melalui tema “Konten Narasi Positif dalam Bingkai Toleransi dan Harmoni Sosial”, panitia ingin mengajak generasi muda memahami bahwa keberhasilan sebuah konten tidak semata-mata diukur dari banyaknya tanda suka atau like yang diperoleh.

Lebih penting daripada itu adalah pesan yang disampaikan dan manfaat yang dihadirkan bagi masyarakat.

Narasi yang positif, menurut semangat penyelenggaraan lomba ini, diharapkan mampu menginspirasi, memperkuat toleransi, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Untuk menilai karya para peserta, panitia menetapkan tiga orang juri, yakni Prof. Dr. Suprapto, guru besar sosiologi UIN Mataram; Dewi Yuli, kreator asal Kota Bima; serta Husain La Odet.

Kegiatan ini juga dihadiri tamu kehormatan dari The Habibie Center (THC), yakni Imron Rasyid, Susi, dan Fira. Sementara dari Nusa Tenggara Centre (NC) hadir Prof. Dr. Kadri, M.Si., Rangga Babuju, Bayturrahmah, dan Suprawan.

Melalui lomba ini, kreativitas generasi muda diharapkan tidak berhenti pada karya yang menarik perhatian, tetapi juga mampu menghadirkan pesan yang menyejukkan, mempertemukan perbedaan, dan menumbuhkan optimisme.

Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, narasi positif bukan hanya pilihan dalam berkomunikasi, melainkan juga bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga toleransi dan merawat harmoni sosial di Kota Bima.

Apresiasi untuk Pemandu Acara dan Kreator Wisata

Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada MC andal, Bung Crizsna, yang telah memandu jalannya acara dengan apik. Kepiawaiannya membawakan acara dan merangkai suasana membuat kegiatan berlangsung semarak, hangat, dan penuh dinamika.

Semarak acara semakin terasa dengan kehadiran Ompu Jalo, kreator wisata yang tampil dengan gaya khasnya. Sentuhan kreativitas dan karakter yang dibawanya menambah warna tersendiri, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang perjumpaan yang menyenangkan bagi para peserta dan undangan.

Perpaduan pesan edukatif, kreativitas, dan suasana yang cair menjadi gambaran bahwa narasi positif dapat disampaikan dengan cara yang menarik, dekat dengan generasi muda, dan tetap membawa pesan penting tentang toleransi serta harmoni sosial.

Penulis/Editor dan Foto oleh : Hayanti Yusuf