harianamanat
Bupati Bima Ady Mahyudi memberikan perhatian khusus akan keberadaan RS.Sondosia, setelah belasan tahun terbengkalai.
Sehari sebelumnya Bupati Ady Mahyudi meresmikan Layanan Cuci Darah (hemodialisa) di RSUD Bima, Sabtu, 30 Agustus 2026, Bupati Bima Ady Mahyudi meresmikan Layanan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) sebuah unit perawatan intensif yang difungsikan khusus untuk pasien anak yang berdasarkan rentang usia dan kondisi medis yang ditangani di RSUD Sondosia.
“Kehadiran Gedung khusus PICU–NICU dan fasilitas medis modern di RSUD Sondosia untuk menunjang fasilitas perawatan intensif yang dilengkapi peralatan medis sesuai standar, seperti sistem pemantauan kondisi pasien (patient monitor), inkubator, dan alat bantu pernapasan (ventilator) menegaskan kesiapan RSUD Sondosia sebagai Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak”
Peresmian gedung baru berlantai dua ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 RSUD tersebut ditandai dengan penandatanganan Prasasti, Pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bima, yang dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas ruang perawatan pasien.
Sejumlah pejabat yang turut menghadiri peresmian gedung layanan PICU dan NICU tersebut yaitu para anggota DPRD Kabupaten Bima: Nurdin Amin, S.H., Ardiwin, S.H., dan Sri Langit Nawaksara, S.H.
Selain itu, pejabat teras Pemkab Bima yang turut hadir yaitu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah, S.Pd., para Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Unsur Muspika kecamatan Bolo, Soromandi, para Kepala Desa dan Kepala Puskesmas.
Pada peringatan HUT yang mengusung Tema: “Terus Tumbuh, Berkembang Memberi Manfaat Untuk Perubahan yang Lebih Baik” ini Bupati Bima menyampaikan beberapa arahan.
“Dengan dukungan 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan, serta dua dokter spesialis bedah. Ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu saya mengajak masyarakat Bima Barat dan Selatan untuk memanfaatkan secara optimal layanan tersebut”. Terang Bupati.
Terkait dukungan bagi RSUD Sondosia, Pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah konkret untuk menambah tenaga kesehatan, mengembangkan pelayanan, memperbaiki fasilitas dan mencari dukungan dari berbagai pihak.
Kita ingin RSUD Sondosia secara bertahap menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar. Karena itu, mari kita jadikan usia 15 tahun ini sebagai momentum untuk memasuki tahap berikutnya. “Terus tumbuh dalam kapasitas. Terus berkembang dalam kualitas, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat. Ujarnya.
Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menjelaskan bahwa ruangan NICU dan PICU dirancang khusus untuk memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir dan anak-anak yang berada dalam kondisi kritis atau berisiko tinggi.
”Gedung dua lantai ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 720 meter persegi dengan luas bangunan 498,45 meter persegi. Pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Di dalamnya tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruangan khusus yang menampung 33 boks bayi,”. Jelas Dr. Firman. (Pyan)
