Bupati Bima Kirim Tim Tanggap Darurat Dapur Umum ke Nagakeo

Daerah, Uncategorized245 Dilihat

harianamanat

Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian kemanusiaan terhadap korban bencana alam, Pemerintah Kabupaten Bima bergerak cepat merespons gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Bupati Bima, Ady Mahyudi, secara langsung menginstruksikan Dinas Sosial Kabupaten Bima untuk mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi terdampak.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos., MM, mengerahkan sebanyak 10 personel terlatih yang resmi diberangkatkan pada Minggu (16/8/2026) menuju Kecamatan Aisesa, Kabupaten Nagakeo, NTT.

“Tim kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bima, Edy Sahroni, A.KS, didukung oleh 9 personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Penugasan ini akan berlangsung selama tujuh hari masa tanggap darurat, terhitung mulai tanggal 16 hingga 22 Agustus 2026”. Terang Zunaidin Sabtu (15/8).

Dijelaskan Zunaidin, selama berada di wilayah terdampak, fokus utama penugasan tim adalah pengoperasian Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) dari TAGANA Dinas Sosial Kabupaten Bima. Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan permakanan para pengungsi dan korban gempa dapat terpenuhi dengan baik setiap harinya.
Dalam misi kemanusiaan ini, Tim Tanggap Bencana Kabupaten Bima dibekali dengan berbagai sarana pendukung penanganan darurat yang memadai, meliputi 1 unit kendaraan Rescue, tenda pengungsian darurat, 1 unit mobil Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) lengkap dengan peralatan memasak berkapasitas hingga 2.000 porsi.

Tim Kabupaten Bima akan langsung bergabung dan bersinergi dengan jajaran Dinas Sosial Provinsi NTB. Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan distribusi bantuan serta mempercepat pelayanan dasar bagi warga di Kabupaten Nagakeo.
Sebagai bagian dari aksi terpadu tersebut, Dinas Sosial Provinsi NTB turut menerjunkan 6 unit truk bantuan logistik yang membawa berbagai kebutuhan esensial berupa sandang dan pangan bagi warga yang terdampak gempa bumi.
Langkah cepat dan sinergi lintas daerah ini diharapkan mampu meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Aisesa dan sekitarnya. (Pyan)