Prof.Sapta Nirwandar : Sinergi Pusat-Daerah Kunci Kesuksesan Pariwisata NTB

Berita, Pariwisata1228 Dilihat

harianamanat

Mataram,- Kamis, 24 Juli 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara pusat dan daerah dalam pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Prof. Dr. Sapta Nirwandar, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI sekaligus Ketua Umum DPP Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI), melakukan kunjungan kehormatan ke Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, di Mataram.

Kunjungan tersebut tidak hanya sebagai ajang silaturahmi menjelang pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII yang akan digelar pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara dua tokoh penting dalam dunia pariwisata dan budaya Indonesia.

Prof. Sapta hadir bersama jajaran pengurus FOKBI untuk memastikan kesiapan organisasi dan daerah dalam menyukseskan pesta olahraga kreasi budaya nasional yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di NTB.

Dalam suasana pertemuan yang hangat dan penuh semangat kolaboratif, Prof. Sapta dan Gubernur Iqbal terlibat diskusi substantif mengenai arah dan strategi pengembangan pariwisata NTB ke depan. Gubernur Iqbal memaparkan rencana-rencana penguatan sektor pariwisata melalui peningkatan jumlah event berskala nasional dan internasional, khususnya di bidang Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), serta upaya membuka lebih banyak jalur penerbangan langsung menuju NTB dari berbagai kota besar di dalam dan luar negeri.

Prof. Sapta secara tegas mengamini strategi tersebut sebagai langkah tepat dalam menciptakan pariwisata yang tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga membawa nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong transformasi daerah menjadi destinasi unggulan nasional.
Ia menilai bahwa NTB memiliki potensi luar biasa yang selama ini masih terus bertumbuh, dan kini di bawah kepemimpinan Dr. Lalu Muhamad Iqbal, potensi itu mendapatkan arah yang jelas dan strategis.

“Saya harus katakan, Pak Gubernur ini adalah sosok yang sangat cerdas. Kalau saja Indonesia punya 20 gubernur seperti beliau, saya yakin sebagian besar persoalan bangsa ini bisa kita selesaikan dengan lebih cepat dan efektif,” ungkap Prof. Sapta penuh keyakinan. Ucapan tersebut tidak lahir dari basa-basi, melainkan dari pengamatan panjang atas rekam jejak kepemimpinan Dr. Iqbal yang dikenal tangkas, inklusif, dan visioner, baik dalam diplomasi maupun tata kelola pemerintahan daerah.

Terkait pelaksanaan FORNAS VIII, Prof. Sapta menyampaikan optimismenya bahwa perhelatan akbar ini akan memberi dampak signifikan terhadap ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata, UMKM, dan budaya lokal. Menurutnya, kegiatan ini bukan semata ajang olahraga, melainkan juga jembatan budaya, wahana persaudaraan, dan pendorong perputaran ekonomi rakyat. FOKBI, di bawah kepemimpinannya, berkomitmen penuh mengawal kesuksesan FORNAS sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Secara tersirat namun tegas, Prof. Sapta menyiratkan bahwa kunci keberhasilan sektor pariwisata terletak pada kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. NTB menjadi contoh konkret bagaimana kepemimpinan daerah yang progresif dapat bersinergi dengan strategi nasional untuk mendorong lahirnya destinasi berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam konteks yang lebih luas, kunjungan ini memperlihatkan bahwa FOKBI tidak hanya menjadi organisasi olahraga rekreasi, melainkan juga mitra strategis dalam pembangunan karakter bangsa melalui budaya, kreativitas, dan pariwisata.
Dan NTB, dengan semangat kolaboratif serta visi kuat dari pemimpinnya, tengah menunjukkan kepada Indonesia bahwa daerah bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama yang mampu memimpin perubahan.

Penulis : Taufan Rahmadi
Editor : Sri amanat