Ibu Negara Iriana Buka Bazar Woman International Club’ Jakarta

harianamanat.com

JAKARTA,- Iriana Joko Widodo memberikan apresiasi atas kontribusi para anggota Woman International Club’ (WIC) Jakarta dalam meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang selama ini telah dilakukan oleh ibu-ibu, yang selama 70 tahun konsisten melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Aksi seperti ini patut diapresiasi,” ucap ibu negara dalam kata sambutannya, saat membuka acara WIC di Jakarta Convention Center, Rabu 8 November 2023.

“Selamat atas penyelenggaraan acara ini, Ini yang ke-54. Alhamdulillah pasti ramai. Di bazar amal ini banyak yang memborong,” lanjut ibu negara.

Iriana mengaku selalu menghadiri acara tahunan WIC Jakarta sejak Jokowi menjadi wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta.

“Sekarang ini saya pasti hadir terus, kecuali pernah absen sekali,” kata Iriana yang tampil anggun memakai kaftan cokelat muda.

Selain Iriana, acara pembukaan juga dihadiri Ibu Wakil Presiden Wury Ma’ruf Amin, Mirdiyanti Budi Hartono yang merupakan istri Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM).

Istri Gubernur Nusa Tenggara Barat Lale Prayatni juga menghadiri acara tersebut karena Pemda NTB menjadi sponsor utama bazar yang dalam pembukaannya juga dimeriahkan oleh tari Rasate Tana Samawa dan Merariq itu.

Usai membuka acara, istri Presiden Jokowi Iriana dan rombongan berkeliling ke beberapa stan di bazar amal tersebut.
Ia terlihat berbincang sambil memperhatikan barang-barang yang dipamerkan.

Meski dikawal ketat anggota paspampres, Iriana beberapa kali menghentikan langkahnya demi melayani permintaan beberapa penjaga stan untuk berfoto bersama.

Iriana juga sempat menyambangi stan Palestina dan sempat berbincang sejenak dengan salah seorang perwakilan kedubes Palestina.

Ibu tiga anak ini kemudian terlihat menulis pesan khusus di sebuah lembaran kertas sebelum meninggalkan stan Palestina.
Lalu ia mengunjungi Stan Malaysia sebelum meninggalkan tempat acara.

Acara bazar ini berlangsung dua hari pada 8 November 2023 (khusus undangan) dan 9 November 2023 itu (untuk umum) dengan biaya masuk Rp25 ribu per orang.
Bazar ini menampilkan sekitar 40 stan atau stall dari berbagai Kedutaan Besar di Indonesia, 225 bisnis stall, 29 stan makanan dan minuman, stan WIC Merchandise dan stan White Elephant.

“Organisasi yang sudah berdiri selama 74 tahun ini, mengadakan bazar ke-54.
Menariknya, yang menjadi penggeraknya semua adalah perempuan perkasa, yang anggotanya rata-rata berusia 60-an tahun ke atas,” kata Presiden WIC Jakarta Nina Handoko saat ditemui di kawasan Menteng.

Nina menjelaskan bahwa jarang ada organisasi perempuan yang mampu membuat bazar hampir setiap tahun. Dikatakannya, WIC Jakarta satu-satunya bazar di Jakarta yang punya hubungan erat dengan kedutaan-kedutaan besar.

“Di Women’s International Club Jakarta setiap bulan membantu institusi-institusi sosial dari panti asuhan, rumah jompo, panti anak-anak berkebutuhan khusus. Setiap bulan kami juga membantu memberikan beasiswa kepada anak-anak di Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Pertanian Bogor,” kata Nina.

Setidaknya, WIC Jakarta setiap bulan bisa membantu sekitar 20–50 anak untuk mendapat beasiswa selama 54 tahun terakhir. “Menariknya selama 54 tahun, biasanya selalu dibuka Ibu Negara karena ibu negara adalah pelindung nasional organisasi kami,” tuturnya.

Sementara Seksi Usaha dan Dana WIC Jakarta Teresia menyampaikan bazar amal ini tidak hanya menghadirkan beberapa stan dari kedutaan besar, tetapi juga 250 stall dari UMKM lokal. Dalam proses kurasi yang telah berjalan sejak April 2023 lalu, pihaknya berfokus pada beberapa kriteria produk.

“Kita mencari produk yang unik dan produk Indonesia, seperti batik, tenun, songket. Kedua, desainer lokal Indonesia yang tidak mempunyai brand besar, misalnya dia mempunyai UMKM atau memberdayakan perempuan, ada juga yang mendesain sendiri bukan baju untuk mass production,” kata Teresia.

“Kami mencari produk yang sustainable, dalam arti mengusung go-green dari sampah recycle. Lately yang banyak dari eceng gondok jadi tas,” tambahnya.

Kriteria lainnya juga termasuk mencari desainer juga menerapkan fesyen berkelanjutan. Dikatakan Teresia, konsep keberlanjutan sangat jadi perhatian pihaknya dalam menjalankan bazar ini.

“Di era sekarang kita harus berusaha sustainable karena dengan polusi semakin meningkat, sampah yang melimpah, kita sebagai penggiat UMKM bisa memanfaatkan limbah-limbah tersebut,” tambahnya.(mom)