BNPT RI Ajak Insan Kilang Pertamina Internasional (KPI) Cegah Potensi Keterpaparan

harianamanat.com

Jakarta,- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengajak seluruh insan KPI untuk bersama mencegah dan menjaga perusahaan dari potensi keterpaparan.

“Kegiatan ini penting untuk mencegah masuknya paham – paham kekerasan ke dalam perusahaan, PT Kilang Pertamina harus kita jaga bersama, jangan sampai ada yang terpapar,” jelas Sekretaris Utama BNPT RI Bangbang Surono, Ak., M.M., CA., dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Terorisme pada Pegawai PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Jakarta pada Senin (2/10).

Dirinya juga menjelaskan bahwa program ini digagas sebagai tindak lanjut penandatanganan perjanjian kerja sama BNPT RI terkait upaya pencegahan terorisme di sejumlah BUMN termasuk Pertamina.

“Kegiatan ini juga merupakan wujud tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pencegahan terorisme di lingkungan PT Pertamina, salah satu ruang lingkupnya adalah sosialisasi ini” tambahnya.

Sebagai bekal peserta, Direktur Pencegahan BNPT RI Prof. Dr. Irfan Idris, MA., dalam paparannya membagikan kata kunci pencegahan terorisme di era ini.

“Terorisme ini bahaya laten, kita bisa tiba – tiba terpapar. Ingat kata kunci pencegahan, kesadaran masyakat, ketahanan komunitas, keterlibatan komunitas dan ketahanan nasional,” paparnya.

Sementara itu, Direktur SDM & PB PT. KPI Isnanto Nugroho S., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung implementasi Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2020.

“PT KPI akan terus mendukung implementasi Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2020 tentang pedoman pelindungan sarana prasarana objek vital yang strategis dan fasilitas publik dalam pencegahan tindak pidana terorisme, dalam hal ini di lingkungan PT KPI,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga tahun 2023, BNPT RI telah melaksanakan sosialisasi terhadap 6 objek di pertamina, yaitu PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai, PT KPI RU III Plaju, PT KPI RU IV Cilacap, PT KPI RU V Balikpapan, PT KPI RU VI Balongan, dan PT KPI RU VII Kasim.(HMS)