Fitra Jaya ; Pelayanan Cerminan Nama Bandara SMS

harianamanat.com

Kabupaten Bima,- Kepala Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin,Fitra Jaya mengatakan bahwa standar Pelayanan, Keselamatan dan Keamanan Bandara adalah hal yang sangat penting.

Dalam Soal Pelayanan, sebagai Bandara Tipe Kelas II, dengan infrastruktur yang bagus, maka pelayanan harus lebih baik.

“Utamanya soal kebersihan Bandara.

Kebersihan itu adalah bahagian dari iman.

Bandara tidak boleh jorok.

Apalagi nama Bandara ini adalah Nama Seorang Raja, Sultan Bima.

Jadi Bandara SMS ini tidak boleh di cederai dengan hal yang tidak elok dalam pelayanannya.
Karenanya pelayanan harus rapi.

Makanya saya brifing semua staf, agar memahami bagaimana mengelola dan memahami pelayanan publik ini dengan baik, tanggung jawab, rasa memiliki, rasa sayang dengan pekerjaan.

Semua itu harus dengan tanggung jawab. Jika tidak peduli maka sulit untuk memberikan pelayanan yang baik.

Oleh sebab itu saya beri contoh bagaimana cara membersihkan toilet dengan benar,” ujar Pria yang pernah membangun Bandara di Jayawijaya Irian ini.

Menurut Kepala Bandara yang pernah bertugas di Papua ini, bahwa selain soal kebersihan bandara, dalam soal keamanan bandara, masyarakat tidak perlu khawatir soal standar keamanan dan keselamatan.

Sebab pengawasan terhadap standar keselamatan dalam dunia penerbangan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dilakukan secara berlapis.

Otoritas Bandara menurutnya intens melakukan inspeksi terhadap fasilitas dan maskapai penerbangan.

Tidak hanya itu, setiap maskapai penerbangan juga memiliki standarisasi terkait penggunaan pesawat, kru, hingga manajemen pengelolaan.

Ia menjelaskan bahwa sebelum melakukan pergerakan, pesawat harus dilakukan pengecekan secara menyeluruh.

Mulai dari mesin, bahan bakar, dan lain-lain.

Memastikan pesawat layak terbang dan memenuhi ketentuan.

Termasuk kru pesawat melakukan kroscek terhadap pesawat yang akan mengangkut penumpang.

Disamping itu pula ada pemeriksaan pada barang bawaan penumpang tanpa membuka kemasan.

Setiap benda atau barang yang tidak boleh dibawa dalam pesawat akan diperlakukan khusus.

Kemudian landasan pacu juga rutin dilakukan pemantauan, pembersihan dan perawatan.

Memastikan keamanan dan kelancaran pesawat saat take off maupun landing.

“Setiap hal kecil dalam persiapan penerbangan diawasi dan diperiksa dengan baik.

Proses-proses pengecekan keamanan seperti ini tidak ada dalam transportasi umum lainnya,” paparnya saat ditemui harianamanat.com di ruang kerjanya.

Kondisi cuaca juga tidak luput dari pantauan.

Jika cuaca kurang bersahabat, penerbangan akan ditunda sesaat.

Pesawat akan diizinkan terbang jika kondisi cuaca sudah diperkirakan tidak membahayakan bagi penerbangan.

“Dalam dunia penerbangan juga dikenal safety manajemen system.

Sehingga kami pastikan dunia penerbangan merupakan yang paling aman digunakan untuk transportasi umum,” ujarnya.

Yang jelas soal keamanan secara umum, kewaspadaan dan pengawasan ketat secara berlapis telah dilakukan dalam dunia penerbangan.

Dan dalam waktu dekat, dirinya ingin menghadap menteri perhubungan, agar Sungai Padolo yang mulai dangkal bisa segera di perlebar dan di keruk.
sehingga saat air pasang tidak meluap sampai di landasan pacu.

pria yang lahir 17 Desember 1970 ini berharap UMKM lokal bisa mengisi stand bandara dengan produk khas lokal Bima.

Karena Bandara SMS walaupun Tipe Kls II tapi mewah. sehingga di harapkan olahan khas Bima bisa di pasarkan di Bandara SMS menjadi oleh-oleh bagi Penumpang.(Sura)