Kepala BNPT RI : Duta Damai Teruslah Edukasi Generasi Muda

harianamanat.com

Palembang, – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si menghadiri acara Hari Keluarga Nasional ke-30 di Kabupaten Banyuasin, Palembang, pada hari Kamis (6/7).

Kepala BNPT RI berpesan agar Duta Damai untuk lebih peka dan mengingatkan teman sebayanya untuk tidak bertindak eksklusif dan intoleran.

“Anak-anakku jika ada kawan kita yang mulai tidak bisa menerima perbedaan, tolong diingatkan karena intoleransi, radikalisme, terorisme itu tidak bisa diterima umat manusia,” pesan Kepala BNPT RI saat bertemu dengan Duta Damai.

Lebih lanjut, jenderal bintang tiga ini mengingatkan generasi muda bahwa tidak ada agama di muka bumi yang mengajarkan paham atau ideologi kekerasan, sebab itu Duta Damai dibentuk untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dengan bahasa yang familiar di kalangan anak muda.

“Ajaran yang mengajarkan kekerasan meskipun memakai ayat suci atau atribut keagamaan mereka sesungguhnya tidak mengajarkan agama karena agama tidak mengajarkan kekerasan, oleh karena itulah Duta Damai dibentuk untuk memberitahu masyarakat dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti dan diterima,” kata Rycko.

Dalam kesempatan ini, Duta Damai Dunia Maya BNPT RI dan Duta Generasi Berencana Indonesia (GenRe) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersinergi dalam meningkatkan imunitas generasi muda dari paham atau ideologi kekerasan. Komitmen ini ditandai dengan pengucapan deklarasi di hadapan Wakil Presiden RI Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Kepala BKKBN Dr.(H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan kerja sama yang terjalin antara BKKBN dengan BNPT RI dan dengan Duta Pancasila BPIP. tersebut penting dalam pendidikan karakter generasi muda.

“Keterlibatan BNPT dan BPIP sangat penting dalam melakukan pendidikan karakter, remaja ini harus berencana, mereka juga harus bisa menghayati pancasila dan mereka juga harus anti terorisme,” katanya.(HMS)