Walikota Bima : Kurikulum Maja Labo Dahu adalah adab dan adat Bima

harianamanat.com

Kota Bima,- Rasulullah Nabi Muhammad itu di utus Allah untuk memperbaiki Akhlak manusia.

Akhlak itulah dasar kemanusiaan yang kaffah.
Itulah misi dari kurikulum Maja Labo Dahu yang saat ini di kembangkan Pemkot Bima.

” Sejarah Islam di Bima ini harus menjadi dasar dalam tata kehidupan sosial kita, Maja Labo Dahu itu bahagian dari syariat Islam yakni Akhlak yang baik.

Setiap saat sholat, tapi masih berbuat keji, memfitnah, judi, zina.
Maka Pendidikan karakter Maja Labo Dahu, wajib di laksanakan, sebagai bentuk perhatian kita dalam pendidikan karakter dan akhlak, karena Maja Labo Dahu itu adalah abad dan adat masyarakat Bima sesungguhnya, kita ini luar biasa.

para sultan kita, telah membuat sebuah dasar adab, adat, budaya kehidupan sosial kita yang sangat baik, dan akan selalu sesuai dengan perkembangan jaman,”ujar Walikota Bima HM.Lutfi,SE ber- api -api saat memberikan sambutannya dalam peringatan Isra Mi’raj di Kelurahan Melayu, Rabu 15 Februari 2023.

Tatanan kehidupan sosial yang sudah melenceng dari sejarah adat istiadat Bima, itu yang harus di kembalikan.

” Orang Bima yang sopan, menghargai orang tua, menghargai orang lain, saling tolong menolong, saling mengasihi tetangga, itu tidak boleh hilang dari adat dan budaya kita.

Percuma di bangun infrastruktur yang bagus, tetapi peri kehidupan sosial kita jauh dari rasa kemanusiaan, toleran terhadap sesama, menghormati orang tua, paparnya.

Banyak yang hilang dari peradaban kehidupan sosial kita.
Akibatnya Bima kehilangan Tokoh Panutan, Ulama Panutan tidak ada lagi yang membumi, yang sabdanya disegani dalam kehidupan sosial kita.

Dari dahulu Daerah Bima kehidupannya sederhana, Perekonomiannya mencukupi warganya.
Tetapi kehidupan yang nyaman, sosial kemanusiaan hilang perlahan.
Sehingga untuk mensejahterakan rakyat itu semakin sulit, karena kita hanya mengandalkan dana APBD.

Kita bisa lebih sejahtera, tetapi kita harus bersama-sama menjaga ketertiban.
Perilaku malas, ghibah, dan selalu menyalahkan orang lain, tidak perhatian dengan lingkungan sekitar itu perlu di kurangi, sehingga orang lain, pemerintah pusat memperhatikan daerah kita ini, tertarik membantu daerah kita ini.

“Maja Labo Dahu, Nggahi Rawi Pahu, Ngaha Aina Ngoho, itu falsafah hidup yang mendasari akhlak yang baik, yang menjadi tatanan kehidupan adat istiadat sosial budaya kita orang Bima, falsafah itu jadi pegangan kita, agar kita semua berbuat baik, menjaga peradaban tata Krama kita,”ujarnya.

Walikota Lutfi menambahkan, bahwa dengan dasar akhlak yang baik, maka khasiat dari shalat akan sangat dahsyat, karena dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Ia menambahkan sebagai Walikota, untuk urusan bantuan dalam pengembangan Pendidikan Agama dirinya wajib membantunya.

“Untuk urusan yang berkaitan dengan pendidikan agama baik infrasturktur maupun kemanusiaan, tidak ada kata tolak atau pending, itu harus dilakukan segera, saya sudah tekankan untuk urusan bantuan kemanusiaan harus segera selesai hari itu juga, untuk pembangunan masjid harus dibangun yang indah bersih dan nyaman, jadi anggarannya harus besar,” ujarnya yang mendapat aplus dari para tokoh masyarakat kelurahan Melayu.( Sura)