Ibuku adalah Guruku

harianamanat.com

Bima,- “Apakah Benteng Perancis Yang Paling Kokoh? Benteng Kokoh itu Adalah Ibu-Ibu Yang Baik,” Napoleon Bonaparte.

Ada kejutan di saat Peringatan Hari Ibu di halaman Kantor Bupati Bima.

Kejutan yang di tujukan untuk Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE dari sang putra sulung Jena Teke Sultan Muda Muhammad Putra Ferryandi S.IP.

Usai Bupati IDP memberikan sambutan untuk acara Hari Ibu yang di selenggarakan GOW Kab Bima.

Tiba-tiba dari arah depan Sang Jena Teke yang merupakan Ketua DPRD Kab Bima Putera Ferryandi datang, membawakan buket bunga untuk sang Ibu yang Bupati Bima itu.

Dalam linangan air mata, Bupati IDP menerima dan memeluk putranya itu.

Tidak ada kata-kata, hanya pelukan dan haru yang mewarnai kejutan itu.

Bagi Sang Jena Teke Bima ini, Ibu ibarat seorang guru.

Ia adalah pemberi kehidupan, tiada kamera dapat meliput kerja nyatanya.

Karena terkadang ia bekerja dalam senyap, ada proses, mereka terus berpijak walaupun terkadang pijakannya rapuh.

” Apalagi Ibuku adalah seorang tunggal untuk aku dan adik ku.
Bahkan seorang Pemimpin yang tidak hanya milik aku seorang.
Kasihnya untuk banyak orang,” ungkap Sultan Muda Bima ini.

” Dalam kesepiannya, aku terkadang melihat mimpinya yang ingin memerdekakan rakyatnya dari kesehatan dan kemiskinan.

Dan ia mengajarkan aku dan adik ku untuk terus belajar.

Janji, harapan dan mimpi almarhum Papi itulah yang ingin diwujudkan untuk kami berdua, aku dan adik ku Tama.”

Dan aku sendiri meyakini apa yang di perjuangkan itu adalah ilmu pengetahuan.

Dan bagi ku ilmu itu adalah bahagian mencintai dan mematuhi kedua orang tua.

” Aku percaya disanalah the power of knowledge.

Karena Kepatuhan kepada orang tua adalah sumber ilmu pengetahuan, deterministik yang mampu mengubah sejarah dan peradaban dengan Doa keduanya.” (Sura)