Lukisan Ibu

harianamanat.com

Bima.- Rasul Allah Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Surga itu (berada) di telapak kaki ibu, karenanya rawatlah Ibumu, karena Surga berada di bawah telapak kakinya.” (Hadist Bukhari Muslim)

Dan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Ibu sedunia.
Perumpamaan karakter dan wajah ibu itu di lukiskan dalam kata.

Ibu adalah Madrasyah awal bagi anak-anak,kata Walikota Bima HM.Lutfi.

Ibu adalah poros dan sumber kehidupan, Kata Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri.

Seorang ibu adalah semilir angin sejuk yang menghembuskan nafas kedamaian dan kasih sayang ke seluruh ruang kehidupan.
Ia sangat berpengaruh dalam pembentukan manusia yang baik, kata Hj.Ellya Alwaini istri Walikota Lutfi.

Lukisan cinta dan kasih sayang akan ibu diungkap dan diharapkan menjadi cerminan kehidupan kebangsaan kita masyarakat Bima seutuhnya.

Ketiga tokoh Bima itu berharap bahwa, Ibu memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan Generasi Emas, Generasi Sholeh dan Solehah, Generasi yang mampu membawa Perbaikan bagi khazanah peri kehidupan Dou Labo Dana Mbojo di Era Digitalisasi ini.

Peran Ibu dalam Ketahanan keluarga merupakan tonggak dalam menghadapi berbagai macam goncangan, masalah, cobaan, sehingga bisa tercapai tujuan berkeluarga yaitu keluarga bahagia sejahtera,ungkap Ketua PKK Kota Bima hj Ellya Alwaini.

” Kecerdasan dari para ibu merupakan kunci yang sangat penting dalam membina keluarga.

Tantangan atau gangguan bukan hanya yang terlihat saja, tapi juga yang tidak terlihat.

terutama dalam mendidik anak-anak, karena setiap anak dan setiap fase memiliki tantangan masing-masing.

Cara menghadapinya pun berbeda-beda.

Sehingga Ibu yang cerdas yang mengerti sangatlah penting dalam memagari tantangan yang tidak tampak maupun yang tampak.” Ujar Bupati IDP.

“Kita harus terus mengingat bahwa ibu yang hebat dan perempuan yang cerdas adalah penentu kualitas keluarga dan masyarakat kita”, ungkap Walikota HM.Lutfi.

Ketiga Tokoh Bima ini sepakat bahwa Hari Ibu bukan hanya sekadar mengingat akan Ibu yang melahirkan dan membesarkan, tetapi juga mengingat pergerakan kaum perempuan menuju kemerdekaan dan kemajuan Bangsa, utamanya dalam memajukan Rasa Ro Dana Mbojo.(Sura)