54 Cabor Menuju PON Nusa Tenggara 2028

harianamanat.com

Mataram,- ” Ada 54 Cabang Olah Raga yang telah disepakati untuk dipertandingkan.
Di antaranya 27 Cabor digelar di NTB,
dan 27 Cabor dilaksanakan di NTT,” jelas H.Mori Hanafi SE, S.Com kepada wartawan Selasa 6 September 2022, di sekretariat KONI NTB, saat menjelaskan Cabor yang di akan pertandingan dalam PON XXII Nusa Tenggara 2028.

Cabang Olah Raga (Cabor) yang dipertandingan di NTB antara lain : Aerosport, Anggar, Atletik, Balap Sepeda, Berkuda, Bermotor, Bola Basket, Bola Voli, Dance Sport, Futsal, Golf, Hoki, Judo, Karate, Kick Boxing, Kuash, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pentaque, Selancar, Selam, Sepatu Roda, Tennis, Tarung Drajat, Triathlon.

Untuk itu Komite Olahraga Nasional Indonesia Nusa Tenggara Barat (KONI NTB) tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON Nusa Tenggara ) ke XXII tahun 2028, setelah PON Sumut dan Aceh ke XXI tahun 2024 yang akan datang.

Ketua Umum KONI NTB ini menjelaskan, dalam menghadapi event nasional bergengsi tersebut, segala persiapan tengah direncanakan, termasuk di ataranya kebutuhan dana yang cukup besar.

Ia menyatakan seluruh persiapan sudah dilakukan dan berdasarkan hasil visit KONI Pusat beberapa waktu lalu, bahwa NTB dan NTT dinyatakan siap sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028 mendatang karena memang calon tunggal.

“Untuk penawaran atau bidding ini akan dilaksanakan 12 September di KONI Pusat Sedangkan, penentuan tuan rumah diputuskan pada Musyawarah Olahraga Nasional yang juga dilaksanakan di KONI Pusat pada 13 September di Jakarta. Nanti ini akan dihadiri perwakilan dari Pemprov dan KONI NTB, termasuk NTT. Mengingat NTB dan NTT ini calon tunggal,” terangnya.

Mori yang juga Ketua Umum PSSI NTB ini mengungkapkan, untuk menjadi tuan rumah PON membutuhkan dana yang tidak sedikit, maka KONI bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus bekerja keras menyambut kegiatan olahraga terbesar di tanah air tersebut.

“Setelah penetapan sebagai tuan rumah nanti, tentu Pemprov dan KONI akan bekerja keras untuk dua substansi salah satunya penyiapan fasilitas venue yang dilaksanakan harus berstandar internasional.

Sedangkan anggaran untuk PON nanti terdiri dari sumber pertama bantuan pusat dari APBN dan APBD provinsi dan APBD kabupaten dan kota dan sponsor dan dana pihak ketiga yang sifatnya sah dan tidak mengikat,” ucapnya.

Untuk itu kata Mori, KONI dan Pemprov akan membuat Perda PON.

Ia memberi Contoh pemberlakuan Perda pada saat Papua menjadi tuan rumah PON.

Menurutnya Perda dibutuhkan sebagai payung dan landasan hukum dalam persiapan sebagai tuan rumah PON.

Keinginan NTB dan NTT menjadi PON terbaik dalam sejarah PON. Karena itu tekad sukses sebagai tuan rumah dan sukses juga prestasi harus diraih.

“Kita sedang berusaha mencari jalan tentunya yang sah dan halal untuk menambah anggaran KONI, mengingat Pemprov sedang tekanan viskal berat setelah pandemi COVID-19 yang jalan dua tahun.

KONI NTB buat koperasi untuk cari anggaran yang sah dan halal untuk semuanya dikembalikan ke olahraga,” terangnya.

Mori menuturkan kelebihan dipercayanya NTB sebagai tuan rumah tentu harus disambut positif.
Pasalnya seluruh fasilitas dibangun negara, venue fasilitas olahraga seperti stadion berkapasitas 70 ribu penonton dengan estimasi biaya ratusan miliar bahkan triliunan.

Ia menjelaskan bahkan, 27 venue lapangan tembak terbaik diprediksi habiskan anggaran triliunan rupiah.
GOR Turide akan direvitalisasi, begitu juga dengan yang di Lombok Tengah.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud dan sebagai tuan rumah kita harus ikuti semua Cabor yang akan dipertandingkan,” ucap Mori. (Emje)