Kesultanan Bima dimata UAS

harian amanat.com.

KABUPATEN BIMA,- Ustadz H.Abdul Somad LC.Ph.D atau yang lebih di kenal dengan sebutan UAS melakukan kunjungan Dakwah ke Bima.

Setibanya Kamis Sore 28 Juli 2022, UAS dan Rombongan bersilaturahim dan santap malam dengan Keluarga Besar Kesultanan Bima.

setiba di Asi Toi, Pendopo Kediaman keluarga besar Kesultanan Bima, UAS dan Rombongan tidak langsung duduk, namun disana UAS melihat-lihat dan tertarik bertanya tentang silsilah Kesultanan Bima.

UAS disambut Ama Kau Johan suami dari Bumi Partiga Hj.Putri Ferra Amalia,SE.

Ama Kau Johan sekilas menceritakan garis besar silsilah Kesultanan Bima dengan menunjuk foto para Sultan kepada UAS.
UAS mendengarkan dengan saksama.

Kemudian sosok belia Ama Kau Muhammad Putra Pratama datang menghampiri UAS dan memberi salam.

UAS terkesima melihat sosok belia yang menggunakan Bajo Koko panjang dibalut jas hitam itu.

” Putra dari almarhum Sultan H.Ferry Zulkarnain,” jelas Ama Kau Johan akan sosok Pangeran kecil Putra Pratama.

Ama Kau Johan menceritakan bahwa para Sultan Bima sangat menghargai para Ulama.
Kedudukan Para Ulama bagi Kesultanan Bima ibarat Jaksa dan Pengadilan.

Kesultanan Bima sangat hormat dan menjaga reputasi para Ulama.
sehingga titah para Ulama tercatat dalam Bo Sara Dana Mbojo.

” Jika Ulama telah bersabda, maka itulah Perintah Sultan.”

UAS ternyata banyak memahami akan perkembangan Islam di Bima.

Kehadiran UAS memang telah dinanti Keluarga Sultan, khususnya Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri,SE yang juga Permaisuri Kesultanan Bima.

Terlihat ruangan tamu diubah menjadi ruang Dinner.

Disana telah menunggu, Wakil Bupati Bima Drs.H.Dahlan, Sekda Bima Drs. HM.Taufik, Hj.Ellya Alwaini istri Walikota Bima HM.Lutfi, dan tentu Jena Teke (Sultan Muda) Kesultanan Bima M.Putra Ferryandi, S.IP.

Suasana sangat cair, tidak ada sambutan dan protokoler.
terlihat UAS menikmati hidangan pembuka jajanan khas Bima.
UAS menyantap Nasi Kabuli, Nasi khas asal negara Arab tersebut menjadi Bagian tak terpisahkan dari hidangan persembahan Keluarga Sultan.
yang membedakannya aroma kapulaga dan sambal khas Bima Tota Fo’o khas Istana mendampingi Nasi Kabuli.

Kelakar dan keramahan Bupati IDP membuat UAS dan Rombongan terkesan.

“Terimakasih, Pak Ustadz telah luangkan waktunya untuk hadir di daerah kami, kami sekeluarga dan atas nama masyarakat Bima merasa bangga atas kehadiran ini, andai tidak padat jadwalnya, kami ingin ajak ustadz berkeliling di kecamatan lainnya,” ujar Bupati IDP.

Pada kesempatan tersebut Bupati IDP memohon kepada Ustadz Abdul Somad untuk mendoakan Almarhum Sultan H.Ferry Zulkarnain dan juga para Sultan yang telah mangkat.

Usai berdoa UAS melakukan foto bersama dengan Keluarga Sultan.

“Alhamdulillah, bisa berada diantara keluarga Sultan Bima, saya mendengar Khabar dari para ustadz, bahwa Sultan Salahuddin itu merupakan tokoh Agama, pembesar Islam di Bima bahkan Sunda Kecil pada jamannya,”ujar UAS kepada harianamanat.com Kamis malam 28 Juli 2022 di ruang tamu Pendopo Bima.

UAS berharap semoga daerah Bima makin maju, dan tentram.

“in syaa Allah, saya akan kembali ke Bima, untuk belajar sejarahnya, antara kejayaan otoman dinasti osmaniah dan Kesultanan Bima ini mirip, mempercayakan kepada Wazir ulama sebagai penasehat dan penegak hukumnya,” ujarnya.

Tepat pukul 20.00, rombongan kendaraan Ustadz Abdul Somad, di iringi Kendaraan Bupati IDP, kendaraan Wakil Bupati H.Dahlan, Kendaraan Ketua DPRD yang juga Jena Teke M.Putra Ferryandi, kendaraan hj.Ellya Alwaini dan kendaraan Sekda Bima HM.Taufik.meninggalkan halaman asi Mbojo menuju Kantor Bupati Bima di kecamatan Woha.(Sri)