Pagelaran Tenunan Bima Sambut HUT Koperasi

harianamanat.com

KABUPATEN BIMA,- Menyambut HUT Koperasi ke 75 yang bertepatan juga dengan HUT Bima ke 382.

Dinas Koperasi Kabupaten Bima melaksanakan berbagai perlombaan.

Seperti halnya lomba pagelaran kesenian Bima, peragaan busana tenunan Bima yang di ikuti oleh TK dan SD, juga pameran produk UMKM Produk Lokal Bima yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sape, Selasa 12 Juli 2022.

Menurut Kadis Koperasi Drs Dahlan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk perhatian Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri,SE.

” Ini berkat perhatian Bupati yang luar biasa terhadap kemajuan Koperasi.

Beliau selalu berpesan agar kami Dinas Koperasi bekerja maksimal bagaimana menumbuh kembangkan para pelaku UMKM untuk selalu berbuat demi kemajuan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama produk yang bahannya berasal dari Lokal Bima, seperti kreatifitas mengembangkan Tenun Bima menjadi aneka kerajinan, juga kue dan pangan asal Bima serta kerajinan tangan lainnya,” ujarnya kepada harianamanat.com usai perayaan peragaan busana anak TK.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Drs. Dahlan Muhammad mengatakan Peringatan Hari Koperasi Ke 75 kali ini mengusung tema “Transformasi Digital Sebagai Gerakan Koperasi Milenial Melalui Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kemandirian Koperasi Menuju Bima RAMAH”.

Dahlan mengungkapkan beragam kegiatan yang digelar yaitu peragaan busana (fashion show) tingkat TK/SD yang diikuti 46 anak, donor darah, promosi UMKM, dan syukuran Harkopnas.


“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jiwa mandiri dan berinovasi dalam berbisnis bagi masyarakat dan kaum muda khususnya. Juga dengan dukungan Dekranasda, Dinas Koperasi, Dikbudpora akan membuat regulasi untuk meningkatkan produk lokal UMKM Tembe Nggoli untuk dipergunakan dalam seragam sekolah”. Jelas Dahlan.

Dalam kesempatan itu Camat Sape Muhammad Akbar, SP.,M.Si mengungkapkan bahwa salah satu program UMKM di Sape yaitu “Tembe Nggoli” dijadikan pakaian seragam sekolah pengganti batik di hari tertentu (Rabu-Kamis). Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan taraf ekonomi UMKM pengrajin nggoli dan melekatkan nilai budaya pada siswa-siswi. “Kita berharap, dukungan dari Dekranasda dan Dinas terkait semoga Sape bisa mengawali dan bisa diterapkan diseluruh Kabupaten Bima.” Tandasnya.(Don)