Mimpi Yayasan Tambora Untuk Tambora

harian amanat.com

Ketua Harian Yayasan Tambora Indonesia, AKP.Salahudin,SH.MH mengaku bahwa dibentuk Yayasan Tambora Indonesia (YTI) itu untuk membantu masyarakat diseputar Gunung Tambora bisa hidup dengan sejahtera.

” kami melihat, kehidupan disekitar Gunung Tambora itu masih terbelakang, padahal potensi sumber daya alamnya melimpah, jadi kami ingin membantu saudara-saudara kami disana,” ujarnya.

Ia bercerita, bahwa YTI dibentuk tahun 2014.
Dengan Program yang sedang kami perjuangkan adalah Menjadikan Tambora sebagai Kota Santri, dengan membangun Pondok Pesantren Terbesar di NTB ini,” itu cita-cita kami.

Ia menguraikan, disamping tengah berusaha mendirikan Ponpes termegah di NTB, YTI pun ingin berdialog dengan Pemerintah Pusat, agar para pengungsi Rohingnya, Irak, saudara-saudara muslim kita yang mengungsi di tampung di Tambora ini, dari pada mereka menganggur, kita ajarkan mereka bercocok tanam, menjadi nelayan di Tambora ini,” ujarnya.

Salahudin menjelaskan bahwa YTI itu adalah kumpulan Tokoh-Tokoh Bima, seperti Saleh Umar sebagai Ketua Dewan Pembina, ada Dr.Hamdan Zoelva, ada Prof.Tibraya, ada Salahudin Gafar, Ada Aris Muhammad, H.Hikmah dan banyak lagi yang lainnya, ujar Salahudin yang didampingi Humas YTI Drs. kaharudin mantan Kadis Koperindag Kota Bima.

Dan sebagai salah satu sponsor Event TEKA TAMBORA, YTI dan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan Kab Bima, akan menambah program acara Teka Tambora.

” entah nanti untuk tahun depan atau saat HUT BIMA, nanti kami akan rapatkan dengan Pemkab Bima, karena saya tertarik dengan usulan wartawati harianamanat.com ini, kami akan bahas di jakarta, bila perlu kami akan mengundang seluruh tokoh Bima di Jakarta, untuk membahas saran dari harianamanat ini, masih off the recordt yah, biar tidak di contreng pihak lain,” ujarnya sembari tersenyum dan membentang jempol tangannya.

Wakapolsek Bekasi ini, berharap agar Event -event lain bisa dilaksanakan di Tambora Sanggar, Wera,Sape dan Langgudu.

” Trimakasih Pemkab Bima, khususnya Kadis Pariwisata Kabupaten Bima, Pak Anton, karena telah mengajak kami untuk terlibat dalam Event TEKA TAMBORA, kami bangga karena masyarakat di sekitar Tambora merasa bahagia dengan adanya event ini.

Saya bertanya langsung kepada masyarakat di sekitar Sanggar dan di Tambora, mereka berharap agar event -event lainnya bisa dilaksanakan disana, rakyat yang kekurangan hiburan menjadi ceria, perekonomian warga menggeliat, ada rasa memiliki tumbuh diantara warga, perlahan akan mengerti dan sadar bagaimana mengelola potensi wilayahnya menjadi Desa Wisata.” pungkasnya.(Sura)