Dari Syukuran Tiga Tahun Kepemimpinan HM.Lutfi

Harianamanat.com,Kota Bima- ” Kita tidak perlu gusar menghadapi pelambatan pertumbuhan ekonomi, daerah kita tidak sendirian, seluruh daerah di negeri bahkan dunia ini mengalami perlambatan, kita akan baru bisa stabil di tahun 2024, karenanya, walaupun hanya dengan anggaran yang minim yakni Rp.28 M, jika saudara -saudaraku warga Kota Bima, mau melihat dengan objektif dan ikhlas. Kami dapat memaksimalkan membangun Kota ini dengan Rp 28 M. Bukan ratusan milyar seperti periode sebelumnya.

untuk memajukan Kota Bima dengan anggaran yang minim ini, mari kita bersatu, saling menghargai dan dewasa menyikapinya,” urai Walikota Bima HM.Lutfi membuka sambutannya dalam acara Syukuran Tiga Tahun Perjalanan Pemerintahannya, Minggu malam 26 September 2021, di Kediamannya di Raba Ngodu Selatan.

Kondisi yang sulit ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk melakukan lompatan besar.Yakni bagaimana kita bisa tetap terjaga perekonomian kita, khususnya pelaku usaha lokal warga masyarakat bisa berbelanja, memenuhi kebutuhan hidup dengan hasil dan pendapatan yang ada, ujar HM.Lutfi.

Pernyataan itu menandaskan tekad dan sikap kepemimpinan HM.Lutfi menahkodai Kota Bima. Karena kondisi perekonomian dan APBD yang minim sejak masa Pandemi Covid -19, bukan dalam kondisi yang baik-baik saja.

Akibat pandemi Covid-19 telah memporakporandakan hampir semua sektor. Seluruh rencana yang sudah disusun oleh pemerintah dipaksa jeda ketika seluruh sektor harus menghentikan aktivitas.

Dilema antara prioritas kesehatan dan kehidupan ekonomi terus membayangi masyarakat, sejak Pandemi Covid melanda Dunia.

Secara teknis, seluruh daerah mengalami stagnan. Namun secara faktual, kita masih bisa bersyukur karena pandemi, telah membukakan mata kita terhadap keunggulan sumber daya kita sesungguhnya, adalah Ketahanan Pertanian kita, ketahanan alam kita.

SDA kota yang minim ini mampu menyiasati peri kehidupan kita masyarakat Kota Bima selama Pandemi melanda.


Pengusaha Pertanian kita masih bisa membelanjakan uangnya untuk membeli kendaraan roda empat, dimana di daerah lain mengencangkan ikat pinggang untuk pembelanjaan yang dinilai masuk kategori konsumtif.

Harga bawang, harga kedelai, harga kacang tanah, harga garam, harga ikan

kekayaan alam Bima mampu menyeimbangkan kebutuhan akan sandang pangan lokal.
Karena sesungguhnya 5 komoditi utama itulah yang menjadikan nenek moyang Bima ini bisa berkelana menembus batas perdagangan Nusantara. Dan itulah yang menjadi penyangga kebutuhan pokok daerah ini.

Kota Bima sebagai daerah Transit Perdagangan antar Daerah, akan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan prima, sehingga bisa menjadi Pusat Perdagangan antar Daerah.

Dengan Anggaran yang minim.Pemerintahan HML telah mencatat berbagai prestasi, sebut saja ;

10000 lapangan kerja, sudah tercukupi dengan menumbuh kembangkan UMKM. Dana bergulir untuk pedagang kelontong, peternak, petani. Pembuatan rombong untuk UMKM.

Bidang pendidikan, beasiswa, 16 persen APBD untuk Pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, dan Pembangunan PTS.IAIN yang akan dimulai 2022.

” Mestinya 2021, namun akibat lahan 10 H, tidak tercukupi, karena biaya pembebasan lahan yang mahal, sehingga harus mencari lahan yang murah yang APBD mampu membelinya, dan Alhamdulillah ada 17 H diwilayah Raba Dompu.”ujarnya.

Untuk urusan kesehatan, Pemkot Bima menyisihkan 28% APBD untuk anggaran kesehatan.
“Kita punya Puskesmas terbaik di NTB, yakni Puskesmas Kodo, Puskesmas Mpunda, Puskesmas Paruga, menyekolahkan dokter spesialis, mendatangkan dokter bedah, menyediakan mobil ambulance, pelayanan kaum disabilitas,” ujarnya bangga.

Dalam hal kesejahteraan para Ulama dan kenyamanan dalam beribadah, pihaknya memberikan bantuan perbaikan masjid dan mushola di Kota Bima dengan nilai ratusan juta rupiah setiap masjid. Kesehatan para pengurus masjid, guru ngaji, lembaga-lembaga dakwah.

Saat ini HML, tengah membangun sayap Kantor Walikota Bima, EMbung dan Dam di Nungga dan Dodu, Menyelesaikan Pembangunan Masjid Raya Bima.

Dan dalam urusan sosial politik, HML sangat tenang dan mampu menstabilkan keadaan, kendati hiruk-pikuk kegagalan mewarnai dinding-dinding medsos, tanpa ingin menyudahi dan mengerti situasi pandemi yang berkepanjangan.

Dan sosok Politisi asal Senayan ini, meski sulit, baginya asalkan perekonomian rakyat terjaga, dirinya, didampingi ketangguhan Istrinya Hj.Ellya Alwaini, tetap tegar menghadapi segala onak dan duri Pemerintahannya.

Pada kondisi yang dapat dikatakan berada di bibir kepanikan, pemerintahan HM.Lutfi masih memegang kendali.

Demokrasi yang sehat dan matang mampu mengakomodasi berbagai aspirasi dan kepentingan yang sering kali bukan hanya bergesekan tetapi saling berbenturan.

Tiga tahun pemerintahan HM.Lutfi dengan Pasangannya Wakil Walikota Feri Sofian,SH yang absen karena ada acara Pelantikan Pengurus PAN SE NTB, di Mataram. merupakan momentum emas bagi warga kota Bima, maupun instrumen OPD Kota Bima, untuk melihat secara jernih berbagai hal yang sudah dilakukan dan banyak hal yang diimpikan bagi kesejahteraan rakyat.

Dan, Sedikit saran untuk Tim Penopang Pemerintahan HM.Lutfi.

” Sebagai Mata, Telinga, Tangan dan Kaki Pemerintahan HML, kiranya bisa sedikit memberikan dedikasi terbaiknya, melahirkan Inovasi yang bisa dan dapat menarasikan derap langkah pembangunan yang telah ditorehkan HML, diterjemahkan dalam visual yang lebih apik dan berarti, bukan hanya sekadar foto usang yang tidak bisa menerjemahkan capaian kinerja. Karena dengan gambar visual yang baik rakyat bisa melihat Jerih payah Kepemimpinan seorang HM.Lutfi.”

Dan
kepemimpinan HML yang dalam kondisi krisis akibat Pandemi, memberikan banyak hikmah bagi kita warga kota Bima.
Akan ikhlasnya seorang Pemimpin membangun daerahnya dengan anggaran yang minim.

” Semoga HML sehat selalu, tetap semangat dan Istiqomah membangun Kota Kecil dengan berjuta aral.”(Sri Miranti).

Foto oleh Rizal Ray dan ogie