Sumbawa dan Selangor serta Lelaki Tua dari Laut oleh Muchlis Dj.Tolomundu(13)

Hidden Beach di Lekuk

Pilihan melancong di seputaran Teluk Saleh dan Semenanjung Sanggar kecuali karena panorama pantai dan be ntangan pasir putih, juga karena pada teluk terbesar di Indonesia ini banyak pulau kecil laksana menguak pada hamparan perairan.Tentu Pulau Moyo di mulut teluk sebagai ikonnya.
Lalu ada Pulau Satonda dan pulau-pulau kecil eksotik.

Kemudian alam selingkungan dan bawah permukaan laut asli semula jadi. Kombinasi semua elemen itu dengan keheningan dan meruyaknya rasa berpetualang, itulah yang melengkapkan area ini sehingga para pelancong menyebutnya wisata memburu surga keheningan.

Pada sepanjang garis pantai yang mengelilingi Pulau Moyo misalnya, banyak terdapat spot atau titik pantai yang sesuai untuk disinggahi pelancong berpasangan. Umumnya tersembunyi di balik lekukan garis alam pesisir.

Pantainya berpasir putih dengan laut dihadapannya berair biru jernih. Bervegetasi hijau lebat pepohonan di belakangnya, dan di beberapa spot ada yang sekaligus bersisian dengan muara sungai berair bening.

Bila berjalan sekitar 200-an meter ke arah hutan bisa menemukan mata air atau air terjun. Pelancong biasanya takjub oleh atmosfir keaslian dan keheningan sekeliling. Tracking mencari air terjun (selain air terjun Mata Jitu yang kemudian kesohor sebagai air terjun Lady Diana) merupakan salah satu atraksi wisata yang memikat pelancong.

Beberapa air terjun bisa ditemukan. Jurumudi jukung paham di pesisir mana harus merapat untuk menemukannya di balik rimbun pepohonan.
Banyak pelancong mencari air terjun untuk menikmati kemewahan alami: merebah badan di atas bebatuan yang ditimpa air terjun dan membiarkan jatuhan air memijat badan. Itulah yang oleh para pelancong sebut sebagai waterfall massage.

Cobalah menumpang jukung mengitari sekeliling pesisir Pulau Moyo. Start bisa dari pantai Ai Bari. Kemudian mintalah pada jurumudi jukung untuk menepi misalnya di senoktah pasir putih sisi muara sungai di pantai kecil Sangalo, pada pesisir utara pulau Moyo. Serasa berada di pantai pribadi, Tanpa manusia lain kecuali jurumudi yang menunggu di jukung. Anda bisa berenang pada biru jernihnya perairan pantai dan berjemur di pasir putih.

Kemudian berjalan ke dalam hutan menemukan air terjun bening lalu mengijinkannya untuk memijat tubuh Anda dalam keheningan.

Bebarapa lokasi eksotik seperti Sangalo bisa ditemui di pulau ini.
Tersebutlah sepenggal pantai, belakangan terkenal dengan nama Honeymoon Beach—begitulah Amanwana Resort memberinya nama.

Pantai yang ini memang hanya spesial untuk tamu resort mewah yang berbulan madu atau sekadar mengulang bulan madu. Di pasir pantai yang senyap itu tergelar tikar, kasur, seprei putih, dan dua bantal. Atapnya tenda dari kanvas. Pasangan bulan madu diantar ke lokasi, kemudian ditinggal berdua saja. Mereka dibekali camilan dan minuman dingin serta alat komunikasi ke petugas resort. Pihak resort dengan warga sudah bersepakat —dan warga mematuhi kesepakatan itu—bahwa warga dan jukung nelayan tidak memasuki atau tidak mendekati lokasi Honeymoon Beach.

Banyak pasangan pengantin baru dari mancanegara kepincut memilih Moyo sebagai destinasi wisata bulan madu mereka. Itu juga sebabnya pasangan pewaris kedua tahta kerajaan Inggris, Pangeran William dan Kate Middleton, menjadikan pulau Moyo sebagai satu dari tiga pilihan lokasi bulan madunya.

Andai belum ingin kembali ke kota Sumbawa Besar setelah seharian menikmati sekeliling Moyo dan Anda bukan tamu resort Amanwana, mintalah jurumudi jukung mengantar ke pusat desa Labu Aji.

Berada di luar area konservasi, beberapa rumah penduduk di sini sudah biasa menjadi tempa menginap para pelancong. Saat ini sudah tersedia akomodasi yang lumayan baik di luar area konservasi. Adapun akomodasi resort memah Amanwana, tentu taripnya di atas Bintang 5 dengan daftar tunggu yang panjang karena jumlah kamar dan tenda mewahnya terbatas, Pilihan lain adalah menginap di perkemahan di tepi pantai eksotik Brang Sedo.

Karena tidak jauh dari spot favorit untuk diving, para penyelam biasa menginap di sini, menanti pagi untuk kembali menyelam.

Dulu, umumnya para pelancong ke Pulau Moyo memilih bermalam di kota Sumbawa Besar. Bila belum puas seharian menikmati Moyo, esoknya kembali lagi berkeliling pulau itu.

Memang tak cukup waktu seharian untuk menikmati rasa takjub oleh keindahan dan keheningannya.

Saat ini pelancong sudah dapat menginap nyaman pada fasilitas akomodasi yang sudah tersedia di Labu Aji.