Operasi Hunter dan SI Wali Untuk Sekolah

Kota Bima,Harian amanat.com,- Hari kedua ‘operasi Hunter’, dilaksanakan di Taman Ria, Pom bensin, Toko Barata, Pedagang di sekitar lokasi taman Ria, Kota Bima.

Kegiatan diawali dengan apel siaga yang dipimpin langsung oleh kapolres bima kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono,S.IK.

Operasi Hunter di targetkan untuk masyarakat yang berkerumun dan yang tidak memakai Masker.
” Jika ada warga yang berkerumun maka dilakukan pemeriksaan KTP, Kartu tanda Vaksin, dan dilakukan swan antigen di lokasi,” ujar Kasubag Pemberitaan dan Protokol Pemkot Bima, Farhan,S.IP kepada harian amanat.com.

Menurutnya dengan operasi Hunter ini diharapkan masyarakat yang berkerumun dan yang tidak memakai masker membubarkan diri.

Bagi masyarakat yang terjaring selain dan hasil swabnya reaktif maka langsung di isolasi.

Pemberlakukan PPKM Mikro pun dilakukan di Sekolah-sekolah.
Siswa SD dan SMP bisa memilih untuk sekolah Luring (Luar Jaringan atau Tatap Muka)atau Daring ( Belajar dari Rumah/SFH)

Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima, Drs.H.Supratman,M.Ap bahwa pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran yang diberlakukan di seluruh SD dan SMP.
SE ber nomor 420/1036/Dikbud.B/VII/2021 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan tahun pelajaran 2021/2022.

” SE itu berfungsi memperkuat SI Walikota Bima, dan semua itu tergantung bagaimana sekolah menyiasati fungsi SE Dinas dengan PPKM Mikro,” ujarnya kepada amanat melalui hp, Senin siang 12 Juli 2021.

Dari seberang telepon Supratman menjelaskan bahwa SE DINAS itu bisa diterjemahkan seperti ini;

Sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan ketentuan sbb :

  1. Siswa yg masuk harus dalam keadaan sehat dan mendapat persetujuan orang tua /wali.
  2. Melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, yaitu memakai masker,menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun pada air yg mengalir.
  3. Siswa harus sarapan dirumah atau membawa bekal sendiri.
  4. Kegitan KBM dibagi dalam sesi atau selang sehari sesuai kratifitas sekolah.
  5. Kegiatan belajar mengajar waktunya dipersingkat.
  6. Mempersiapkan ruang UKS untuk isolasi sementara jika ada siswa yang menunjukkan gejala terpapar covid 19.

” Jadi tergantung kesepakatan orang tua dan wali murid, tetapi SE ini bisa di cabut disesuaikan dengan kondisi apabila terjadi penyebaran Covid varian Delta yang meluas, kita berdoa semoga semuanya melandai, dan jaga imunitas diri dengan bergembira, olah raga, tenang menghadapi Pandemi ini,”ujarnya.

Sementara itu Walikota HML mengatakan bahwa kita akan suport TNI POLRI dalam melakukan Operasi Hunter, dan pemberlakukan PPKM Mikro berbasis RT/RW agar masyarakat tercerahkan dan taat PROKES kesehatan, semua ini dalam upaya bersama mencegah penyebaran virus delta.

Dan menurut Walikota HML, Sekolahpun ada pemberlakuan tatap muka dan on line dengan Prokes yang ketat.

“Pemkot sudah memikirkan dan simulasi untuk pemberlakukan operasi Hunter,PPKM Mikro maupun soal Sekolah Tatap muka ini, kita doakan semoga Pandemi ini melandai sehingga pemenuhan pembentukan karakter terhadap anak didik tidak putus, saya mohon bantuan doa dari keluarga masyarakat kota Bima, semoga daerah kita aman dari Pandemi,” ujarnya kepada amanat usai Zoom meeting dengan Kemetrian PAN RB, di Comman CENTRE kantor Walikota Bima Senin 12 Juli 2021.

Data terakhir yang diterima harian amanat melalui
INSTAGRAM BNPB Nasional bahwa 36.197 kasus baru COVID19 Ter tgl 11 Juli.

Total: 2.527.203

Kasus aktif: 376.015 (+2.575)
Sembuh: 2.084.724 (+32.615)
Meninggal dunia: 66.464 (+1.007) *undercounted

Org diperiksa: 128.1k (28,3% +ve)

  • PCR/TCM: 79.8k (40% +ve)
  • Antigen: 48.3k (8,9% +ve)

StayHome #DiRumahAja

Sebaran 36.197 kasus baru:

  • Jakarta 13.133
  • Jabar 6.704
  • Jateng 2.575
  • Jatim 2.419
  • DIY 1.895
  • Kaltim 1.134
  • Banten 679
  • Riau 653
  • Kepri 651
  • Bali 561
  • NTB 503
  • Sulsel 477
  • NTT 474
  • Sumsel 388
  • Maluku 347
  • Sumbar 344
  • Lampung 326
  • Sumut 282
  • Kaltara 282
  • Babel 263
  • Kalteng 261
  • Kalbar 241
  • Sultra 237
  • Papbar 199
  • Sulteng 184
  • Malut 184
  • Bengkulu 161
  • Jambi 147
  • Sulut 137
  • Kalsel 120
  • Papua 89
  • Sulbar 80
  • Aceh 67
  • Gorontalo

Dari Data di atas ada 503 Kasus di NTB.(admin)